Breaking News:

Tokopedia: UMKM Maker dan Reseller Lokal Jadi Kunci Pulihkan Ekonomi Nasional

UMKM lokal di Tokopedia terdiri dari maker (produsen) maupun reseller. Sama-sama berkontribusi pada perekonomian digital

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Produsen Songket PaSH, Kiagus Adit dari Palembang, mengungkapkan meski penjualannya sempat menurun hingga 60% di awal pandemi, namun pemanfaatan platform Tokopedia membuat penjualan usahanya kembali stabil. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Punya banyak keunggulan dalam memberikan manfaat menjadikan Tokopedia menjadi e-commerce paling populer di kalangan UMKM.

Kesimpulan dari hasil riset terbaru tersebut diungkapkan AVP of Product Tokopedia, Puput Hidayat.
Menurutnya, Tokopedia dinilai memberikan frekuensi transaksi tersering, memiliki kualitas fitur terbaik yang mudah dioperasikan oleh penjual hingga memberikan omzet penjualan terbesar bagi para UMKM.

Para UMKM menilai Tokopedia unggul dalam memberikan manfaat, antara lain membuka akses terhadap pasar nasional, memberi dukungan terhadap produk atau UMKM lokal dan memberikan pendampingan serta edukasi kepada penjual.

Di sisi lain, data internal Tokopedia mencatat kini ada lebih dari 11 juta penjual di platform-nya dan hampir 100% UMKM.

“UMKM lokal di Tokopedia terdiri dari maker (produsen) maupun reseller. Mereka sama-sama berkontribusi pada perekonomian digital,” kata Puput, dalam acara virtual media briefing yang mengusung tema Peran UMKM Maker dan Reseller Lokal dalam Pemulihan Ekonomi Nasional,Kamis (16/9/2021).

Puput menambahkan bahwa UMKM yang punya kanal digital dinilai lebih tangguh menghadapi pandemi.

Mereka berhasil mempertahankan bisnis sekaligus menjaga ketersediaan lapangan pekerjaan lewat pemanfaatan platform teknologi. Songket PaSH dan Ikan Asin Medan adalah contohnya.

Raih Omzet Ratusan Juta

Produsen Songket PaSH, Kiagus Adit dari Palembang, menyatakan, “Meski penjualan sempat menurun hingga 60% di awal pandemi, pemanfaatan platform Tokopedia membuat penjualan kami kembali stabil. Omzet kami kini bisa mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan.”

Adit pun memberikan tips untuk UMKM khususnya maker dalam berjualan, “Pertama, cari tahu produk yang paling laku, lalu lakukan analisis kompetitor untuk menentukan harga jual. Setelah itu ciptakan brand awareness, salah satunya dengan beriklan lewat fitur yang tersedia, misal TopAds, atau pasang harga lebih murah. Kecepatan dalam merespon chat pelanggan juga menjadi kunci.”

Pemilik Ikan Asin Medan, Tanoto Frans, UMKM reseller yang memberdayakan puluhan nelayan Medan, mengungkapkan, “Lebih dari 85% penjualan kami berasal dari Tokopedia. Omzet bulanan kami kini mencapai ratusan juta rupiah,” ungkap Frans.

Frans juga membagikan tips jualan sebagai UMKM reseller, “Harus teliti memilih supplier yang tepat agar kualitas produk selalu terjamin karena supplier tersebut akan menjadi mitra jangka panjang penjual. Kita juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan tidak berhenti berinovasi.”

Tokopedia di sisi lain aktif memberikan pendampingan serta materi edukasi bagi UMKM lokal. Contohnya lewat Pusat Edukasi Seller, Sekolah Kilat Seller hingga media sosial.

Juga lewat berbagai panggung yang membantu UMKM menjangkau lebih banyak masyarakat, seperti Bangga Buatan Indonesia, TokoMart, Kumpulan Toko Pilihan (KTP) dan masih banyak lagi.

Berbagai inisiatif tersebut turut mendongkrak kategori Kesehatan dan Perawatan Diri, Fesyen, Kecantikan, Ibu dan Anak serta Fesyen Anak dan Otomotif menjadi beberapa kategori dengan peningkatan transaksi paling pesat di Tokopedia selama kuartal II/2021.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved