Breaking News:

Berita Palembang

Sidang Oknum Perawat Jalankan Bisnis Narkoba Keluarga di Palembang, Kukuh tak Tahu Apa-apa

Sidang oknum perawat jalankan bisnis narkoba keluarga. Oknum perawat bernama Debi (27) itu menjalani sidang perdana.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/andyka wijaya
Oknum perawat (tengah, baju oranye) bersama anggota keluarganya ditangkap karena diduga menjalani bisnis narkoba. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sidang oknum perawat jalankan bisnis narkoba keluarga. Oknum perawat bernama Debi (27) itu menjalani sidang perdana bersama sejumlah anggota keluarganya.

Sidang di Pengadilan Negeri Palembang digelar secara virtual pada Kamis (16/5/2021). Selain Debi, juga sidang terdakwa Mat Arif alias Mat Geplek (52), terdakwa Faridah alias Cicik Idah (56), dan terdakwa Marselia (40).

Dalam dakwaan JPU menyatakan satu keluarga terbukti bersalah dan melanggar pasal tentang narkotika.

"Menyatakan empat terdakwa terbukti melanggar Kesatu Pasal 114 (2) jo psl 132 (1) Atau Kedua Pasal 112 (2) jo psl 132 (1) tentang narkotika," ujar JPU Kejari Palembang, Ursula Dewi dalam sidang, Kamis (16/9/2021).

Sementara itu, atas dakwaan yang dibacakan oleh JPU Kejari Palembang, Tim kuasa hukum terdakwa Debi Destiana, dan terdakwa Faridah alias Cicik, Desmon Simanjuntak SH MH pihaknya akan mengajukan eksepsi.

"Kami akan ajukan eksepsi, karena berdasarkan keterangan klien kami Debi, dirinya tidak mengetahui adanya proses peredaran narkoba tersebut," ujar Desmon yang diwawancarai usai sidang.

Ingat Oknum Perawat Gerakkan Bisnis Sabu Keluarga di Palembang? Perkembangan Kasus: Sidang Ditunda

Dikesempatan yang sama Desmon juga mengatakan pihaknya meminta izin pada majelis hakim untuk pelaksaan sidang selanjutnya dilakukan secara tatap muka

"Jika pada prosesnya nanti diizinkan, jika diperlukan biaya- biaya maka pihak keluarga bersedia mengeluarkan biaya tersebut. Seperti biaya untuk melakukan swab test," jelasnya.

Masih kata Desmon, pihaknya juga akan meminta salinan dakwaan satu Bundel guna untuk persiapan pembelaan pada terdakwa.

Disinggung mengenai peran terdakwa Debi sebagai bendahara dalam perkara ini, selaku kuasa hukum pihaknya tegas membantah.

"Itu tidak benar sama sekali, Hanya saja memang ada ibu Debby, Farida meminta tolong untuk mentransfer kan sejumlah uang ke teman ibunya, yang dalam kasus ini diduga DPO," ujar Desmon.

Namun dirinya menjelaskan terkait uang yang ditransfer itu adalah sebagai uang untuk dipinjamkan kepada Terduga DPO. 

Namun terkait hal tersebut dirinya terdakwa Debby tidak mengetahui hal tersebut.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved