Breaking News:

Berita Palembang

Pengeroyokan di Jalan Ki Gede Ing Suro Februari Silam, Akui Ikut-ikutan karena Dendam

"Saya ikut ikutan saya pak. Tapi jujur saat kejadian memang saya ikut dan karena dendam dengan pelaku, sudah menganiaya keponakan saya,"

Editor: Refly Permana
sripoku.com/andyka wijaya
Pelaku pengeroyokan di Jalan Ki Gede Ing Suro (duduk di bawah). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tim beguyur Bae opsnal Ranmor dari Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil mengamankan pelaku pengeroyokan di Jalan Ki Gede Ing Suro pada 4 Februari 2021.

Pelaku yakni Ki Agus Maulana (27), warga Jalan Ki Gede Ing Suro, ditangkap dikediamannya Rabu (15/9/2021) sekitar pukul 17.30.

Sementara, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra, melalui Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi, didampingi Kanit Ranmor, Iptu Irsan Ismail, mengatakan bahwa pelaku terbit pengeroyokan di TKP dengan korban Yayan Padli (29) yang menyebabkan korban luka bacok di pergelangan tangan.

"Awalnya terjadinya pengeroyokan tersebut dari keterangan pelaku ke kita, bahwa korban menegur pelaku yang berada di depan rumah korban di TKP.

Dikarenakan para pelaku ini merusak jok motor milik korban," ungkapnya, Kamis (16/9/2021), kepada Sripoku.com

Namun, seteleh ditegur oleh korban para pelaku tidak senang dan tersinggung lalu terjadilah perselisihan namun dapat dilerai.

Berselang sekitar lima menit kemudian pelaku bersama teman-temanya datang lagi dan menemui korban di rumahya.

Akhirnya terjadi perselisihan dan keributan yang akhirnya salah satu pelaku membacok dan mengayunkan senjata tajam (sajam) jenis parang ke arah korban tapi ditangkis oleh korban dengan tangan sehingga menyebabkan luka bacok di pergelangan tangan korban. 

Pengeroyokan di SU I Palembang, Penjual Es Keliling Dibacok Satu Keluarga, Istri: Masalah Sepele Pak

"Atas kejadian itu korban membuat laporan dan anggota kita langsung menindaklanjuti dengan menangkap satu pelaku sedangkan pelaku lainnya sedang dalam pengejaran usai mengantongi identitas mereka," tutupnya.

Sedangkan pelaku ketika ditemui di ruang piket Reskrim, mengaku, dendam dengan korban lantaran sudah menganiaya keponakannya.

"Saya ikut ikutan saya pak. Tapi jujur saat kejadian memang saya ikut dan karena dendam dengan pelaku, sudah menganiaya keponakan saya," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved