Mayoritas Bermukim di Daerah Aliran Sungai, 32 Kelurahan Muratara Langganan Banjir

Sebanyak 32 kelurahan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) rawan bencana banjir karena berada di Daerah Aliran Sungai (DAS)

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Tribun Sumsel / Rahmat Aizullah Mayoritas masyarakat di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tinggal di bantaran sungai 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) merupakan salah satu daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) yang menjadi langganan banjir. 

Karena banyak perkampungan warga di  kabupaten ini berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara mencatat, dari 89 kelurahan di Muratara ada 32 kelurahan yang rawan banjir. 

Sebanyak 32 kelurahan itu berada di lima kecamatan, yakni Kecamatan Rawas Ilir, Karang Dapo, Rupit, Rawas Ulu dan Kecamatan Karang Jaya. 

Bencana banjir biasanya terjadi akibat luapan sungai Rawas dan Rupit yang mengalir di sepanjang lima kecamatan tersebut. 

"Ada lima kecamatan yang rawan banjir, kalau total desa kelurahan ada 32," kata Kasi Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Taswin, Kamis (16/9/2021). 

Di Kecamatan Karang Jaya ada 7 desa rawan banjir, yakni Desa Tanjung Agung, Rantau Telang, Bukit Ulu, Muara Batang Empu, Sukamenang, Terusan dan Desa Embacang Lama.

Di Kecamatan Rawas Ulu terdapat 4 desa rawan banjir, yakni Desa Lesung Batu, Lesung Batu Muda, Lubuk Kemang dan Desa Remban.

Di Kecamatan Rupit terdapat 9 desa rawan banjir, yakni Desa Noman, Noman Baru, Batu Gajah, Maur, Maur Baru, Bingin Rupit, Karang Anyar, Lubuk Rumbai dan Desa Pantai.

Di Kecamatan Karang Dapo terdapat 4 desa dan kelurahan rawan banjir, yakni Desa Karang Dapo 1, Kertasari, Rantau Kadam dan Kelurahan Karang Dapo.

Di Kecamatan Rawas Ilir terdapat 8 desa dan kelurahan rawan banjir, yakni Desa Mandi Angin, Beringin Makmur I, Tanjung Raja, Belani, Batu Kucing, Pauh, Pauh I, dan Kelurahan Bingin Teluk.

Upaya yang dilakukan BPBD Muratara sebelum terjadi banjir adalah mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar tetap siaga.

"Kalau di daerah kita ini banjirnya musiman, akibat sungai meluap, kami terus mengimbau masyarakat agar tetap siaga," kata Taswin.

Instansinya terus melakukan patroli guna memantau kondisi debit sungai Rawas dan Rupit sehingga perkembangan volume air dapat terpantau.

"Volume sungai terus kami pantau, kalaupun naik mudah-mudahan naiknya perlahan, tidak terlalu cepat supaya warga ada persiapan," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved