Breaking News:

Berita Palembang

Jambret di Palembang, Remaja 19 Tahun Ditangkap Usai Empat Hari Jadi Buronan Polisi

Remaja ini merampas menarik tas jinjing merek LV milik korban yang berisikan satu unit ponsel merek iPhone XMax, satu unit ponsel merek Redmi.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/andyka wijaya
Kapolsek IT I, Palembang, AKP Ginanjar Aliya Sukaman, saat mengelar perkara pelaku jambret di Palembang, Kamis (16/9/2021) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Viji (19), warga Jalan Seroja, ditangkap tim buser Polsek IT I Palembang.

Iamerupakan jambret di Palembang dengan merampas tas seorang karyawan swasta pada Minggu (12/9/2021) sekitar pukul 11.58 di Jalan Lempuing, Kelurahan 20 Ilir, D IV, Kecamatan IT I.

Remaja ini merampas menarik tas jinjing merek LV milik korban yang berisikan satu unit ponsel merek iPhone XMax, satu unit ponsel merek Redmi, uang tunai Rp 1,6 juta, KTP, Kartu BPJS, ATM, SIM, dan STNK.

Atas kejadian ini korban melapor ke Polsek IT I Palembang dengan kerugian yang dialami sekitar Rp 50 juta.

Atas dasar laporan korban ini, Unit Reskrim Polsek IT I langsung melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku di rumahnya, Rabu (15/9/2021) malam tanpa ada perlawanan.

Sementara, Kapolsek IT I, AKP Ginanjar Aliya Sukmana, didampingi Waka Polsek, Iptu Marselinus Pati, didampingi Kanit Reskrim Iptu Ghofur Asyari mengatakan telah menangkap pelaku aksi pencurian dengan kekerasan yakni menjambret.

"Kejadian dialami korban, ketika hendak pergi dengan memesan jasa ojek online. Saat ojek online tiba dan korban hendak naik keatas sepeda motor, tiba tiba dari arah belakang sebelah kiri datang dua orang pelaku mengendarai sepeda motor Yamaha IM3," ungkap Ginanjar, Kamis (16/9/2021).

Demi Judi Slot dan Narkoba, Residivis Jambret di Palembang Ini tak Kapok Masuk Penjara Lagi

Lanjut Ginanjar  lalu pelaku Viji yang dibonceng di belakang langsung menarik tas jinjing korban yang dipegang di tangan kirinya.

"Korban yang terkejut, spontan mempertahankan tasnya. Sehingga terjadi tarik menarik, karena kalah tenaga korban pun sampai terjatuh dan terseret ke aspal.

Akhirnya tas berhasil diambil pelaku dan langsung kabur," katanya. 

Lanjut Ginanjar, korban sempat berusaha mengejar dan berteriak meminta tolong bahkan ojek online yang saat kejadian ada disitu sempat mengejar pelaku namun tidak berhasil dan kehilangan jejak.

"Atas ulahnya pelaku akan kita sangsi dengan pasal 365 KUHP, untuk satu pelaku lagi kita tetapkan status DPO," tegasnya.

Sedangkan tersangka Viji, saat ditemui mengakui perbuatannya dan rencana ponsel akan dijual.

"Uangnya dibagi dua, tetapi sudah keburu tertangkap polisi," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved