Breaking News:

KUP Suta Nusantara Gandeng Petani Muba, Kenalkan Miniplant Pengolahan CPO

KUP Suta Nusantara merangkul petani sawit lokal dalam upaya memaksimalkan pemanfaatan produksi sawit petani dengan mesin pengolah CPO

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Ketua KUP Suta Nusantara, Arie Wijaya saat melaksanakan penandantangan MoU dengan petani bayung lencir Muba di Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - KUP Suta Nusantara Sumatera Selatan, menggandeng petani sawit di Sumsel dalam  bentuk kerjasama memaksimalkan produksi sawit.

Salah satunya dengan mengembangkan mesin miniplant CPO karya Isbandi, yang dapat memproduksi CPO 500 kilogram perjam. 

Hal itu terungkap dalam penandatanganan MoU antara KUP Suta Nusantara dengan Petani sawit desa Kepayang kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Muba  di kantor Suta Nusantara, Rabu (15/9/2021).

Ketua KUP Suta Nusantara Sumsel, Arie Wijaya  kepada wartawan mengatakan, Suta Nusantara saat ini sedang membangun pengembangan produk CPO berbasis petani lokal. Lewat miniplant CPO, maka produksi sawit petani bisa dapat di maksimalkan.

“ Mesin ini adalah pengolahan buah sawit yang mampu memproduksi CPO dengan kapasitas 500 kilogram per jam.  Jadi, seharinya bisa mencapai 5 – 10 ton produksi CPO yang sawitnya dari masyarakat setempat,” kata Arie Wijaya.

Dia menjelaskan, hal ini penting untuk di laksanakan secara berkesinambungan, khususnya bagi para petani sawit lokal. Sebab, meski petani telah menghasilkan buah sawit namun tidak semua buah sawit tersebut di tampung oleh pabrik berskala besar. 

“Karena banyak buah-buah sawit yang tidak diterima oleh pabrik, karena tidak masuk kategori tandan buah segar. Misalkan buah sawit yang rontok dari pohonnya, biasanya akan dibuang dan membusuk. Tapi dengan mesin ini, sawit tersebut tetap bisa diolah menjadi CPO,” jelas dia.

Arie Wijaya menegaskan, dengan mesin pengolahan tersebut diharapkan dapat membantu mensejahterakan petani sawit, karena produk hasil pertanian mereka dapat dimanfaatkan maksimal.

“Mesin ini sudah kita uji coba di Kawasan Mesuji OKI. Dan Alhamdulillah mendapat respon yang bagus dari para petani. Dan hingga kini masih terus digunakan untuk memproduksi CPO lokal,” tambah dia.

Diharapkan, dengan pengembangan Kerjasama dengan kelompok tani di Muba, maka akan semakin banyak petani yang mendapatkan tambahan hasil. Meski saat ini program tersebut masih dilakukan secara perorangan, yang kedepan akan menyentuh kelompok-kelompok petani sawit besar.

“Sawit Sumsel ini berpotensi paling besar,  sayangnya petaninya belum sejahtera. Dan salah satu upayanya yakni dengan memproduksi CPO sendiri. Yang produk CPO nya juga sudah kami sediakan pasarnya,” kata dia. 

Yang pasti, meski CPO hasil produksi rakyat tersebut nanti berjalan, namun tidak akan mengganggu produksi pabrik-pabrik cpo besar. 

Senada dikatakan Kuspandi, Petani sawit asal Desa Kepayang Muba. Menurut dia, pihaknya tertarik bekerjasama pembangunan Miniplant CPO, karena melihat produk karya Isbandi yang menjadi alternatif pengembangan sawit dan CPO lokal.

Dia menjelaskan, mesin CPO tersebut juga berukuran mini dan dapat dipasang dilokasi lahan sawit masyarakat. Dia optmis, hasil produk CPO dari mesin miniplant tersebut akan membantu petani agar lebih sejahtera.

“Kami harapkan hasil cpo lokal dari mesin miniplant ini dapat membantu masyarakat hingga lebih sejahtera,” katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved