Wawancara Eksklusif

Diberi Amanah Manajer Sriwijaya FC, Ini Kata Hendriansyah: Niat Saya Bahagiakan Suporter

Tapi niat di hati saya ingin membahagiakan masyarakat Sumsel khususnya para suporter SFC yang sudah terlalu lama menunggu selebrasi.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Hendriansyah, ST MSi 

Terutama kami fokus di awal-awal tim ini bergerak untuk kondusifitas jangan sampai ada gesekan, jangan sampai ada hal-hal yang membuat klub ini tidak kompak. Dan Alhamdulillah Liga ini akan berjalan, tim pada kondisi yang baik.

Bagaimana dengan rencana untuk menambah pemain baru yang lebih mumpuni?
Saya sudah dapatkan informasi kekuatan SFC saat ini mulai dari ujicoba yang dilakukan seperti yang saya katakan SFC siap jikapun besok Liga ini dimulai. Bahwa satu klub itu memiliki problem dari sisi tertentu ini yang sedang dibenahi.

Salah satunya mungkin pelatih yang menyampaikan kita perlu penambahan 2-3 orang pemain sebagai menutup celah-celah yang kekurangan SFC saat ini. Ini akan kita evaluasi dulu kalau memang itu mutlak harus kita penuhi, maka dalam waktu dekat sebelum ditutupnya jadwal transfer pada 10 Oktober mudah-mudahan SFC sudah dapat memenuhi keinginan pelatih dan Dirtek agar adanya penambahan kekuatan 2-3 pemain baru.

Apa yang ditargetkan Gubernur atau Presiden SFC kepada Anda?
Targetnya kita sukses mengikuti Liga 2 dan naik Liga 1.

Stadion Gelora Sriwjaya Jakabaring digadang-gadang jadi salah satu tuan rumah Liga 2, apakah sudah siap?
Kita bersyukur Sumsel ini sudah pernah melaksanakan event-event berskala nasional dan internasional karena yang dipersyaratkan pemerintah yaitu satu stadion utama dan tiga stadion untuk latihan.

Berdasarkan kondisi kekinian Sumsel, kita sudah punya apanyang jadi syarat penyelenggaraan Liga 2. Tapi memang bahwa ini sifatnya bidding, ada penawaran dari beberapa tim lainnya. Tentu SFC harus mempersiapkan diri secara maksimal agar poin dari SFC sebagai tuan rumah lebih baik dari calon-calon tuan rumah yang lainnya.

Ini sudah mulai kita siapkan karena stadion kita ini disiapkan untuk event internasional U20 jadi kondisi benar-benar baik. Jadi kita berharap mudah-mudahan panitia sepakat agar Liga dilaksanakan tuan rumahnya SFC.

Bisa diceritakan sejak masa kanak-kanak gemar bermain sepakbola menyandang ban kapten berposisi kan striker Tim Dusun?
Masa kanak-kanak sepakbola itu menjadi bagian olahraga yang saya mainkan dari kecil, selain bulutangkis dan tenis meja. Memang olahraga merakyat di desa itu adalah sepakbola sering bermain dengan teman-teman.

Memasuki usia SMP, SMA baru bergabung dengan klub. Klub yang ada di desa yang saya masuki itu namanya PS Dian Putra. Kemudian waktu SMA saya sudah menetap di Pasar Bawah Lahat nama klubnya itu PS Mutiara. Ada Muatiara A dan Mutiara B. Saya gabung di Mutiara B. Karena sekolahnya sore jadi latihannya pagi di Stadion Gelora Serame Lahat. Tetapi klub desa tidak saya tinggalkan tetap main bola di klub desa. Saya dari dulu menyandang ban kapten dengan posisi sebagai penyerang.

Setelah diterima kuliah di Fakultas Teknik Jurusan Tambang Unsri tahun 1991, saya bergabung di klub jurusan Teknik Tambang Unsri. Pada Lustrum Teknik itu pernah jadi juara dan saya pernah ikut bagian tim yang memenangkan FT menjadi juara di Unsri.

Memang cita-cita kecil saya ada dua, ingin jadi anak band atau ingin jadi pemain sepakbola profesional. Ternyata keduanya tidak saya dapat, tidak terbayang jadi birokrat seperti sekarang.
Saya kerja di perusahaan tambang awalnya, lalu resign. Bergabung di pemerintah mulai jadi PNS selama lima tahun di Kabupaten Bengkulu Utara.

Kemudian pindah ke Provinsi Sumsel ke Kabupaten Musi Rawas. Saya sempat bergabung di klub Pemda. Mengingat kesibukan masilah sedikit-sedikit gabung di klub Pemda. Kemudian saya pindah ke Muratara. Mulai saya berkarir di sana.

Eselon II Kadis Pertambangan, kemudian jadi Kadis PU. Setelah itu pindah ke Pemprov tahun 2016 di Dinas ESDM Sumsel. Saya bertemu dengan teman-teman SFC. Kebenaran jabatan yang diberikan pertama itu sebagai Direktur Marketing PT SOM karena mungkin dianggap tipikal saya ini dan pekerjaan saya ini berhubungan dengan investasi-investasi pengelolaan SDM pertambangan.

Makanya kita mengoptimalkan SFC dapat disupport oleh investasi di Sumsel sehingga sampai saat ini saya menjadi Direktur Marketing PT SOM. Dan terakhir kemarin tanpa disangka-sangka saya diamanati juga manajer SFC yang sempat kosong ditinggalkan Pak Fadli pada saat itu. Itu ceritanya sampai hari ini saya diamanati bagian dari SFC. (abdul hafiz)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved