Breaking News:

Ada Varian Mutasi Mu Covid-19, Epidemilog:Virus Corona Sudah Bermutasi Ribuan Kali

Virus corona terus bermutasi, WHO mengumumkan varian Mu Covid-19 masuk dalam Varian of Interest) yang perlu untuk diwaspadai

Editor: Azwir Ahmad
SRIPOKU.COM/HUMAS POLDA SUMSEL
ilustrasi: corona virus 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Merespon peringatan lembaga kesehatan dunia WHO, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai mewaspadai kemunculan varian Mu Covid-19.

Tidak mau kecolongan, pemerintah pun memutuskan untuk memperkuat seluruh pintu masuk negara.

Pemerintah melakukan upaya melengkapi dan memperkaya tahap proses karantina bagi mereka yang akan masuk ke Indonesia melalui jalur udara, darat dan laut.

Sementara itu, Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair), Dr dr Windhu Purnomo mengatakan, pada prinsipnya varian-varian dari Virus Corona (Covid-19) itu sangat mudah bermutasi.

Disebutkan, hingga saat ini Virus Corona telah bermutasi lebih dari ribuan kali. Namun memang tidak semuanya menjadi varian yang berbahaya.

"Virus corona, sangat mudah melakukan mutasi dan mutasinya itu sudah ribuan kali, bukan hanya sekarang-sekarang ini saja. Tapi kan tidak semuanya menjadi varian yang masuk ke dalam golongan Variant of Interest (VOI) ataupun Variant of Concern (VOC)," ujar Windhu, Rabu (15/9/2021).

Dijelaskan sebelumnya, Variant of Concern (VOC) dan Variant of Interest adalah klasifikasi terhadap beberapa varian virus corona yang diberikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut Windhu, saat ini varian Mu Covid-19 masih masuk ke dalam Varian of Interest (VOI). Sebab karakteristiknya masih dianggap tidak lebih tinggi dari varian yang berasal datang dari Wuhan China.

"Jadi masih diikuti terus-menerus bagaimana perkembangan karakteristiknya, karena variannya bisa berubah dan tergolong maupun digolongkan ke Variant of Concern sama seperti varian Delta," jelasnya.

Sependapat dengan pemerintah, Windhu pun bilang bahwa langkah paling penting yang harus dilakukan saat ini adalah mencegah jenis varian virus apapun masuk ke Tanah Air, termasuk varian Mu ini. Hal ini bisa dilakukan dengan memperketat pengawasan di jalur-jalur masuk ke Indonesia.

"Yang paling penting adalah jangan sampai masuk ke Indonesia, gak peduli itu varian of interest atau varian of concern. Jadi jangan sampai masuk, dan sampai kemarin, saya mengikuti rapat Kemenkes, Varian Mu Covid-19 itu belum terdeteksi di Indonesia," kata dia.

Terpisah, Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menambahkan, pengetatan screening dan karantina seraya dilakukan di semua pintu masuk ke Indonesia, baik itu udara, pelabuhan laut, dan perbatasan lintas batas darat negara.

"Memastikan pelaku perjalanan dua kali tes PCR dengan hasil negatif, baru bisa dinyatakan selesai karantina, serta memperbanyak pemeriksaan whole-genome sequencing (WGS) pada kluster yang terjadi peningkatan kasus," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul https://nasional.kontan.co.id/news/heboh-varian-baru-covid-19-ini-kata-epidemiolog-universitas-airlangga

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved