Breaking News:

Surat Hasil Antigen Palsu di OKUS

Tidak Diperiksa Tapi Hasil Negatif, Sindikat Surat Hasil Antigen Palsu di OKU Selatan Terbongkar

Terbongkarnya kasus sindikat pemalsuan surat hasil tes swab antigen oleh 4 orang pelaku berawal dari yang laporan dr Afrianti  yang bertugas di UPT Ke

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: RM. Resha A.U
sripoku.com/alan
Petugas kepolisian Kapolres OKU Selatan didampingi Wakapolres dan Satrekrim OKU Selatan menyampaikan gelar perkara surat antigen palsu di halaman Mapolres OKU Selatan, Senin (13/9/2021). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Terbongkarnya kasus sindikat pemalsuan surat hasil tes swab antigen oleh 4 orang pelaku berawal dari yang laporan dr Afrianti  yang bertugas di UPT Kecamatan BPR Ranau Tengah OKU Selatan.

Dalam keterangan resmi tertulis kepolisian Mapolres OKU Selatan praktek kejahatan pemalsuan surat hasil swab rekayasa pertama diketahui oleh Fitri Yuliani adik pelapor yang sedang berkunjung ke rumah salah seorang korban pada Selasa (7/9/2021).

Adik pelapor Fitri Yuliani mendapat cerita oleh salah seorang korban perihal pembuatan surat hasil swab antigen tanpa prosedur pemeriksaan secara medis dengan biaya Rp100 ribu.

"Penerbitan dalam hal berkaitan dengan surat keterangan swab antigen itu tidak dengan memenuhi aturan yang berlaku, hanya berdasarkan kepada surat tetapi tidak dilakukan pemeriksaan,"ungkap Kapolres Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha SH, SIK, MH. Senin (13/9)..

Setelahnya, mendapati surat penuh kejanggalan tersebut adik pelapor melaporkan pada kakannya dokter Afrianti hingga tanpa pikir panjang Dokter Afrianti membuat laporan ke Polsek Banding Agung pada Rabu (8/9).

Pasca menerima laporan, Polsek Banding Agung bersama Satreskrim Polres OKU Selatan melakukan penyelidikan dan merujuk pada 4 orang pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni tersangka yakni RD (29), MY (38), DA (35) dan DE (38).

Baca juga: Kades di OKU Selatan Ini Ditahan Kejaksaan, Diduga Selewengkan Dana Desa Tiga Periode Berturut-turut

Dalam barang bukti (BB) surat palsu tersebut nama yang catut oleh komplotan pelaku atas nama dr Afrianti beserta tanda tangan yang juga dipalsukan dengan kop surat UPT Puskesmas BPR Ranau Tengah.

Saat mengamankan para pelaku juga diamankan barang bukti (BB) 12 lembar surat keterangan dokter rapid tes palsu, satu unit handphone, printer dan laptop.

Dikatakannya, keempat pelaku yang dijerat pasal 263 ayat (1) KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Kesehatan OKU Selatan Zulfahmi menyayangkan adanya pemalsuan surat antigen kali pertama di OKU Selatan.

Zulfahmi menghimbau masyarakat untuk lebih waspada dan membuat surat di tempat-tempat resmi. 

"Jadi untuk masyarakat harus hati-hati. Masyarakat yang ingin membuat surat tersebut bisa ke rumah sakit baik Kabupaten atau Swasta, UPTD Puskesmas di 19 kecamatan karena in  sudah pasti yang resmi,"himbaunya.

Sementara Kepala Puskemas BPR Ranau Hepson SKM Tengah enggan berkomentar dan menyerahkan perkara pada pihak kepolisian.

"Silakan ke Mapolres OKU Selatan, saya dan juga dr Afianti tidak bisa memberikan keterangan khawatir salah,"singkatnya dihubungi Sripoku.com.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved