Breaking News:

Berita Pagaralam

SATU Jabatan Rp10 Juta, Nama Sekda Pagaralam Dicatut: Penipu Obral Jabatan Dinas di Facebook

Banyak kasus penipuan dengan menggunakan media sosial seseorang untuk kepentingan kejahatan, terbaru menimpa Sekda Pagaralam.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN/HO
Facebook pelaku pencatut nama Sekda Pagaralam Drs Syamsul Bahri Burlian. 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Banyak kasus penipuan dengan menggunakan media sosial seseorang untuk kepentingan kejahatan, terbaru menimpa Sekda Pagaralam.

Seperti yang dialami oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pagaralam Drs Syamsul Bahri Burlian.

Media sosial Facebook dan Whatsapp dibuat pelaku yang belum diketahui orangnya atas dirinya.

Parahnya pelaku memanfaatkan hal itu untuk menjual jabatan kepada sejumlah orang.

Hal ini terungkap setelah salah satu pegawai dilingkungan Pemkot Pagaralam yang mendapat inbox dari pelaku yang menggunakan Facebook dan foto profil Sekda Pagaralam.

Sekda kota Pagaralam Drs Syamsul Bahri Burlian, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan kegiatan jual beli jabatan struktural maupun fungsional selama menjadi Sekda.

"Pernyataan ini saya tegaskan karena adanya pihak yang mengaku dihubungi oleh oknum yang mengaku dirinya dan menawarkan sejumlah jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam dengan syarat menyetorkan uang pelicin ke rekening salah satu bank," ujarnya.

Dirinya mengetahui perihal tersebut, setelah mendapat informasi dari beberapa koleganya yang merasa heran dengan adanya permintaan konfirmasi pertemanan melalui akun Facebook yang mengatasnamakan dan dilengkapi foto dirinya.

Baca juga: Bawa Misi Bangun Wisata, Putra Lampung Ini Terpanggil Kembali ke Pagaralam: Kini Jabat Kepala Dinas

"Saya tahu hal ini setelah koleganya mengkonfirmasi bahwa ada oknum yang mengatasnakan dirinya melalui aplikasi messenger, lalu menawarkan jabatan serta sejumlah uang yang wajib disetor. Saya sampaikan bahwa itu adalah penipuan," tegasnya.

Selain itu kata Samsul beberapa orang juga dihubungi oleh penipu tersebut menggunakan aplikasi WhatsApp dengan modus yang sama, yakni menawarkan jabatan dan meminta sejumlah uang.

"Jabatan yang ditawarkan oleh penipu tersebut mulai dari jabatan Kasi hingga Kepala Sekolah, dengan tarif 10 juta rupiah per jabatan yang wajib disetor ke BCA," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved