Breaking News:

Dugaan Korupsi Masjid Raya Sriwijaya

Saksi Banyak Bilang tak Tau, JPU Kejati Sumsel Sebut Lelang Masjid Raya Sriwijaya Tidak Dilaksanakan

Dalam sidang kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, di sesi pertama JPU Kejati Sumsel menghadirkan 3 orang saksi, Selasa (

Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/CHAIRUL NISYAH
JPU Kejati Sumsel, M Naimullah SH MH saat dikonfirmasi awak media di sela istrahat sidang, Selasa (14/9/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dalam sidang kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, di sesi pertama JPU Kejati Sumsel menghadirkan 3 orang saksi, Selasa (14/9/2021).

Saksi-saksi tersebut yakni, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani, Wakil Ketua Lelang Masjid Raya Sriwijaya, Aminuddin, dan Anggota Divisi Pengadaan Masjid Raya Sriwijaya, Burkian.

Dalam keterangannya, ketiga saksi dinilai berbelit-belit dalam memberikan keterangannya di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh hakim Sahlan Efendi SH MH dan empat hakim anggota lainnya.

Dari pantauan sidang, Sakis Aminuddin dan Burkian, awalnya banyak menjawab pertanyaan majelis hakim dengan jawaban lupa dan tidak tahu persis mengenai dokumen lelang dan pengadaan pada masjid Raya Sriwijaya.

Namun setelah ditunjukan oleh pihak JPU mengenai berkas atau dokumen tentang lelang dan pengadaan yang dimaksud, maka kedua saksi Aminudin dan Burkian membenarkan jika menandatangai berkas lelang dan pengadaan Masjid Raya Sriwijaya.

Dari fakta sidang maka diketahui dua saksi hanya menandatangi berkas tanpa tahu isi dari dokumen-dokumen tersebut.

Dikonfirmasi pada JPU Kejati Sumsel, M Naimullah SH MH mengatakan, jika awalnya saksi banyak mengaku tidak tahu, namun setelah dilihatkan tanda tangan baru lah saksi memberikan keterangannya.

Naim juga menjelaskan, untuk saksi Burkian dan Aminuddin, keduanya merupakan tim pelelangan, serta sebagai divisi hukum administrasi lahan, keduanya juga mengetahui ada masalah perdataan yang saat ini dimenangkan oleh masyarakat pemilik lahan di lokasi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

Baca juga: Sidang Masjid Raya Sriwijaya Hari Ini, Berikut Daftar Saksi yang Dipanggil JPU Kejati Sumsel

"Jadi tanah tersebut bukan milik pemprov. Maka dari itu dapat disimpulkan tidak ada verifikasi lahan, dokumen-dokumen yang dilakukan dalam kegiatan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya".

"Sementara saksi Aminuddin dan Burkian menandatangi dokumen mengenai rencana lelang, dokumen rapat panitia mengenai pelelangan. Artinya, Kedua saksi ini hanya menandatangi dokumen tanpa melakukan verifikasi terkait dokumen-dokumen yang dimaksudkan," tegas Naim.

Naim juga mengatakan, dari keterangan saksi Isnaini Madani, Seharusnya Masjid Raya Sriwijaya berdiri megah dan dijadikan wisata religi di Kota Palembang.

"Jadi dalam perkara ini dapat dikatakan seperti ada lelang-lelangan, karena sebagai panitia lelang mereka tidak mengetahui, bahkan tidak perna melihat DED. Proses lelangnya tidak ada, namun dibuat seolah-olah ada," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved