Breaking News:

Petani Kopi Pagaralam Mengeluh, Harga Jual Petik Merah Disamakan Dengan Harga Petik Pelangi

Petani kopi Pagaralam keluhkan harga kopi petik merah yang tidak sebanding dengan biaya produksi. Disamakan dengan harga petik pelangi

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/wawan septiawan
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN PENGEPUL BIJI KOPI : Tampak pekerja sedang mengumpulkan biji kopi asli Pagaralam yang akan kembali dijual ke Lampung. 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Saat ini sebagian petani Kopi di Kota Pagaralam mulai melakukan panen dengan cara petik merah. Hal ini dilakukan agar kwalitas biji kopi yang akan dijual lebih baik dari cara panen petik pelangi (campur merah dan hijau).

Namun banyak petani yang mengeluh, karena harga kopi petik merah hampir sama dengan petik pelangi yaitu kisaran Rp18.500 sampai Rp19.000 per kilogram.

Harga tersebut dianggap sangat tidak sebanding dengan sistem panen petik merah yang harus memilih kopi yang merah saja. Kemudian sistem penjemurannya yang cukup rumit dibandingkan petik pelangi.

Sunan (46) salah satu petani kopi petik merah mengatakan, bahwa dulu harganya mencapai Rp23.000 sampai Rp24.000 per kilogram. Tapi saat ini harganya sama dengan biji kopi petik pelangi alias sekitar Rp 19 ribu per kilogram.

"Tidak sesuai dengan biaya panen dan biaya produksinya jika harganya sama dengan petik pelangi yaitu Rp19 ribu per kilogram. Kalau begitu, maka kami lebih baik petik pelangi saja dan sistem jemurnya juga biasa saja," ujarnya.

Jika harganya sama maka dinilai petik pelangi akan lebih baik. Karena petani bisa cepat mendapatkan uang tanpa harus menunggu buah kopi merah semua baru dipetik atau dipanen.

"Kalau petik merah menjemurnya harus diatas alas seperti plastik atau terpal. Sedangkan jika petik pelangi bisa dijemur ditanah dan lantai semen. Namun kwalitasnya pasti akan berbeda," jelasnya.

Menanggapi hal ini Darmawansyah salah satu pengepul kopi petik merah mengatakan, bahwa sebenarnya harga kopi petik merah lebih tinggi dari kopi petik pelangi.

"Harga petik merah saat ini berkisar antara Rp23 ribu sampai Rp24 ribu per kilogram. Sedangkan petik pelangi hanya Rp19 ribu sampai Rp20 ribu untuk kopi yang super kering," katanya.

Menurutnya, jika ada pengepul petik merah  membeli dengan harga sama dengan petik pelangi , itu memang tidak sebanding dengan biaya produksinya.

"Itu sudah kelewatan jika dibeli dengan harga sama dengan petik pelangi. Namun saat ini permintaan kopi petik merah memang tidak terlalu banyak. Pasalnya tergantung permintaan dari luar daerah," kata Darmawansyah.(one)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved