Breaking News:

KKB Papua

MAKLUMAT Panglima OPM Jelang PON tak Digubris, KKB Papua Malah Serang 6 Nakes Puskesmas

Dalam maklumat, Panglima OPM Amos Sorondanja meminta seluruh pejuang gerilya untuk tidak mengacaukan keamanan selama PON XX Papua.

Editor: Wiedarto
istimewa
Tentara Organisasi Papua Merdeka menegaskan tidak akan melancarkan gangguan keamanan saat PON XX 2021 berlangsung di Papua, Oktober mendatang. 

SRIPOKU.COM, PAPUA--Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM) menyatakan pihaknya tak melakukan gangguan keamanan seperti penembakan selama perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua berlangsung, Oktober mendatang.

Pernyataan ini tertuang dalam maklumat Rimba Raya yang dikeluarkan Mabes TPNPB - OPM tertanggal 7 September 2021. Dalam maklumat, Panglima OPM Amos Sorondanja meminta seluruh pejuang gerilya untuk tidak mengacaukan keamanan selama PON XX Papua. Amos menyerukan maklumat tersebut dilaksanakan dan dipatuhi seluruh tentara OPM.
Namun hal itu tampaknya tak digubris.

Lima tenaga kesehatan terluka akibat serangan kelompok kriminal bersenjata atau KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021). Sementara satu tenaga kesehatan lainnya belum ditemukan hingga kini.

Kepala Satgas Penegakan Hukum Nemangkawi Komisaris Besar Faizal Ramadhani yang telah berada di Oksibil, ibu kota Pegunungan Bintang, saat dihubungi pada Selasa (14/9/2021) membenarkan adanya aksi penyerangan tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Kiwirok. Lima tenaga kesehatan itu seorang dokter dan empat tenaga paramedis. Tenaga kesehatan yang belum ditemukan adalah seorang mantri.

Tidak hanya merusak fasilitas umum di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, kelompok kriminal bersenjata (KKB) juga melukai warga sipil. Kali ini, ada empat tenaga kesehatan yang jadi korban mereka.

Empat tenaga kesehatan ini memilih melompat ke jurang saat puskesmas tempat mereka bekerja diserang sekitar 50 orang KKB Papua. Mereka sempat dianiaya sebelum melompat ke jurang. Sebelumnya, dua tenaga kesehatan Puskesman Kiwirok ditemukan dalam kondisi selamat.
Keduanya sempat melompat ke jurang, saat KKB melakukan penyerangan di puskemas tempat mereka bekerja. Namun dua rekannya yang lain belum ditemukan.

Dua nakes yang selamat yakni seorang dokter dan suster. Kondisi dokter mengalami patah tangan, ternyata sebelum melompat ke jurang, sang dokter sempat dipukul menggunakan besi. Sedangkan sang suster mengalami penikaman di bagian belakang.

Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito mengatakan ada empat orang nakes yang melompat ke jurang. Namun kata dia baru dua orang nakes yang baru ditemukan.

"Terus tadi pagi satu suster sudah ketemu, karena dia lompat ke jurang, dia ditikam pakai belati dari belakang. Jadi yang melompat itu ada empat, sudah ketemu dua, yang dua belum," ujar Cahyo, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (14/9/2021).

Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul OPM Nyatakan Tak Ganggu Keamanan PON XX di Papua, Komnas HAM Beri Apresiasi

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved