Breaking News:

Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya

Fakta Baru Terkuak Saat Sidang Kasus Masjid Sriwijaya, JPU Dalami Soal Penimbunan Lahan

Kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan masjid Sriwijaya  masih bergulir di Pengadilan Tipikor Palembang.

Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/CHAIRUL NISYAH
Terdakwa Eddy Hermanto dan Terdakwa Syarifuddin saat akan keluar ruang sidang Tipikor Palembang, selasa (14/9/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan masjid Sriwijaya  masih bergulir di Pengadilan Tipikor Palembang.

Hingga saat ini sudah belasan saksi yang dihadirkan JPU Kejati Sumsel, ke muka sidang.

Dari keterangan saksi dipersidangan bergulir bak bola api, yang memunculkan fakta baru dan pertanyaan baru bagi majelis hakim dan pihak JPU Kejati Sumsel, selaku yang mengungkap kasus ini.

Seperti dalam persidangan, agenda keterangan saksi, Isnaini Madani, Aminuddin, dan Burkiani.

Dalam sidang terungkap bahwasanya pada tahun 2012, lahan telah dihibahkan oleh Pemprov Sumsel pada Yayasan Masjid Raya Sriwijaya.

Di tahun yang sama, Dinas PU Pemprov Sumsel juga melakukan penimbunan pada lahan tersebut.

Yang mana saat itu, PPK Proyek adalah saksi Aminuddin yang hari jni dihadirkan pada persidangan.

Dikonfirmasi pada JPU Kejati Sumsel, M Naimullah SH MH mengatakan jika dalam persedingan, diindikasi uang Rp50 miliar rupiah yang cair pada tahun 2015, sebagin dari itu digunakan untuk penimbunan lahan.

"Artinya, lahan yang sudah ditimbun, ditimbun kembali. Itu kan mubazir namanya, maka dari itu kami Jaksa Penuntut Umum akan mendalami terkait dana penimbunan lahan pembangunan masjid Sriwijaya," tegas Kasi Penuntutan Umum Pidsus Kejati Sumsel, saat diwawancarai awak media, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Saksi Banyak Bilang tak Tau, JPU Kejati Sumsel Sebut Lelang Masjid Raya Sriwijaya Tidak Dilaksanakan

Sementara itu, dikonfirmasi pada kuasa hukum terdakwa Eddy Hermanto, Nurmala SH MH mengatakan jika selama persidangan dan selama belasan saksi dihadirkan tidak satupun yang menyebutkan jika terdakwa Eddy Hermanto dan Syarifuddin menyebabkan kerugian negara sebesar Rp116 miliar rupiah.

"Sepanjang sidang, tidak satupun saksi menyebutkan terdakwa menyebabkan kerugian negara. Itu yang paling penting," ujar Nurmala saat diwawancara awak media, Selasa (14/9/2021).

Hingga berita ini ditayangkan, sidang masih terus akan dilanjutkan pada pukul 19.00 WIB.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved