Berita OKI
Curah Hujan Makin Meningkat, BPBD OKI Waspada: Siapkan Peralatan Hadapi Bencana
Curah hujan sedang yang berlangsung dalam tiga hari terakhir membuat warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Komering, Kabupaten Ogan Komering
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Curah hujan sedang yang berlangsung dalam tiga hari terakhir membuat warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Komering, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mewaspadai datangnya bencana banjir dan longsor.
Masyarakat khawatir curah hujan tersebut menimbulkan luapan air sungai naik ke permukiman penduduk.
Sejumlah warga yang bermukim di kampung 5, Kelurahan Jua-Jua, Kecamatan Kayuagung yang sebagian besar tempat tinggalnya dekat dengan Sungai Komering, mengaku mulai was-was dengan hujan yang turun sejak sepekan terakhir.
Sebab, guyuran hujan kondisi tinggi muka air Sungai Komering mulai menunjukkan tanda-tanda peningkatan.
"Kondisi air mulai menunjukkan tanda-tanda peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan jika terus hujan sangat mungkin dalam waktu dekat meluap kepermukaan," ujar Yusdin warga pinggiran sungai komering sembari menunjukan kondisi debit air sungai yang makin naik.
Menurut dia, apabila hujan kembali turun selama berhari-hari, maka tidak menutup kemungkinan tinggi muka air kembali meningkat.
"Kami saat ini terus berjaga-jaga dan memantau perkembangan sungai. Sehingga apabila banjir datang kami sudah siap menghadapinya," ujarnya.
Sama halnya, Adnan turut mengatakan biasanya musim hujan baru akan terjadi menjelang akhir tahun dan awal tahun pada bulan Januari.
Baca juga: Dulunya Koki Cilik Kini Jadi Artis Muda yang Tajir dan Berprestasi, Pose Bangun Tidur Jadi Sorotan
Namun, untuk tahun ini cukup berbeda lantaran musim hujan yang sudah dirasakan sejak bulan Agustus 2021 lalu.
"Pergantian musim di tahun ini lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya, terbukti dengan cuaca yang dingin dan hujan yang kerap turun setiap harinya,"
"Kami khawatir apalagi kampung ini memang langganan banjir setiap tahunnya, dan selalu tergenang bahkan sampai menutupi rumah," ungkapnya.
Ia mengharapkan, pada tahun ini bencana banjir yang sering dirasakan tidak kembali terulang.
"Ya harapan kami jangan sampai banjir lah. Karena kasihan anak-anak ikut merasakan kesulitan dan juga ekonomi keluarga menjadi terganggu," tutupnya
Sementara itu, Kabid penanggulangan bencana dan logistik BPBD OKI, Fahrul Husni saat ditemui Tribunsumsel.com menuturkan potensi banjir di kabupaten OKI kemungkinan akan naik status pada bulan Oktober dan November karena curah hujan yang lebih meningkat.
"Sampai hari ini belum ada pergerakan debit air yang signifikan dan jika ada akan turun kembali. Sedangkan potensi hujan lebih besar di bulan Agustus, namun September ini lebih menurun,"
"Untuk peralihan musim kemarau ke penghujan ini kita harus wanti-wanti datangnya angin puting beliung. Masyarakat tolong untuk tetap berhati-hati dalam meminimalisir tragedi saat angin besar," terangnya.
Dilanjutkan Fahrul, dari segi peralatan menghadapi bencana banjir pihaknya mengaku sudah siap. Dengan mengandalkan peralatan yang sama seperti tahun kemarin yaitu untuk 2 perahu karet, 1 perahu kayu.
"Sedangkan untuk logistik, kita masih proses mengajukan ke dinas-dinas terkait. Karena sudah menjadi tradisi jika ada masyarakat yang terdampak bencana maka akan diberi bantuan sembako," pungkasnya.
Diterangkan dia, jika melihat tahun - tahun sebelumnya potensi banjir akan tetap terjadi di daerah yang berada tepat di bantaran aliran sungai Komering.
"Kita telah mengimbau kepada beberapa Kades dan camat agar lebih siaga ketika memasuki musim penghujan. Beberapa daerah rawan yakni Kecamatan Sungai Menang, Pedamaran Timur, Kecamatan Pampangan,"
"Ada di Desa Tanjung Serang, Srigeni, Jua-jua di Kecamatan Kayuagung, kemudian di Kecamatan Lempuing Desa Sumber Makmur, Cahaya Makmur, selanjutnya Kecamatan Lempuing jaya terdapat juga Desa Tanjung Sari 1, Rantau Durian, dan Kecamatan Mesuji Raya ada Desa Balian, Embacang, dan Embacang Permai," terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKI, H. Reswandi menyiapkan 35 anggota tanggap darurat bencana (Tagana) untuk membantu korban banjir.
"Kami siap selalu di dalam situasi apapun terutama dalam menghadapi bencana banjir, kita juga rutin melakukan himbauan kepada masyarakat dapat menghadapi datangnya bencana alam," tuturnya.
Jika nantinya ada lokasi terdampak banjir maupun tanah longsor, Dinas Sosial akan menurunkan bantuan mobil dapur dan tenda pengungsian.
"Sedangkan untuk bantuan sembako dan perlengkapan lainnya baru akan di dapatkan setelah adanya bencana," beber Reswandi.
"Kalau untuk bantuan itu kan kami memang tidak diberikan stok, begitu ada bencana barulah pemerintah pusat maupun daerah akan menyalurkan bantuan tersebut," tandasnya. (Nando/TS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sejumlah-warga-yang-bermukim-di-kelurahan-jua-jua-kecamatan-kayuagung-di-sungai-komering.jpg)