Breaking News:

Capaian Program BTA dan Shalat Terhalang Pandemi, Ridho: Belajar Daring Anak Tidak Fokus

Target Program BTA dan Shalat bagi anak sekolah di Prabumulih selama pandemi tidak tercapai 100 persen. Belajar daring,anak kebanyakan main handphone

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM mengungkapkan selama pandemi ada satu program unggulan Pemerintah kota Prabumulih yang mengalami kemunduran bahkan turun dari realisasi 95 persen menjadi hanya 60 persen.

Program Pemkot Prabumulih yang mengalami kemunduran selama pandemi terjadi tersebut yakni program Baca Tulis Alquran (BTA) untuk anak sekolah dasar.

"Terjadi kemunduran di program BTA dan salat bagi anak sekolah, masa anak kelas VI SD baca doa Iftitah saja tidak bisa padahal dulu lancar semua," ungkap Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM ketika diwawancarai wartawan.

Ridho menuturkan, kemunduran itu disebabkan para pelajar melakukan pembelajaran secara daring atau online padahal ketika tatap muka realisasi program salat dan BTA mencapai 95 persen.

"Semenjak tidak tatap muka atau sejak belajar online, salat dan BTA anak sekolah tidak seratus persen tapi urun menjadi 60 sampai 70 persen. Saya tadi tinjau langsung ke sekolah-sekolah," tuturnya.

Ridho mengaku penurunan kualitas program tersebut terjadi karena siswa di rumah tidak mendapatkan pelajaran secara baik dari orang tua sehingga lupa dengan apa yang telah dipelajari.

"Mereka di rumah tidak fokus dan kurang mendapat ajaran dari orang tuanya," bebernya, seraya mengatakan anak selama pandemi di rumah kebanyakan main handphone.

Ridho mengatakan, saat ini kegiatan belajar mengajar sistem tatap muka telah dimulai selama dua minggu terakhir. Untuk itu dirinya meminta kepada para kepala sekolah dan guru kembali menggenjot anak didik belajar salat dan BTA.

"Kita minta dalam dua bulan ini kembali 100 persen bisa BTA dan salat, kalau sekarang kita sedih lihatnya," tutur Orang nomor satu di kota Prabumulih ini.

Disinggung apakah akan dilakukan evaluasi atau copot terhadap kepala sekolah yang anak didiknya tidak bisa salat dan BTA, Ridho mengatakan untuk sekarang ini akan dimaklumi karena penyebab adalah sistem sekolah daring.

"Tapi setelah dua bulan ke depan kita akan kembali turun meninjau sekolah-sekolah untuk mengetahui capaian dari program BTA tersebut. Sekarang masih kita kasih kesempatan meningkatkan program tersebut," tegasnya. (eds)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved