Breaking News:

Berita PALI

'Buang Air Kecil Saja Susah Pak', PDAM di PALI tak Mengalir, Warga Berharap Tetesan Air Hujan

Warga di Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat ini sangat kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hi

Penulis: Reigan Riangga | Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Warga Kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI saat menadah air hujan guna memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. 

SRIPOKU.COM, PALI -- Warga di Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat ini sangat kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 

Pasalnya, aliran air dari Perusahaan Daerah Air Mineral Minum, atau PDAM Tirta PALI Anugerah sudah sejak lama tak mengalir ke rumah-rumah warga.

Yanto warga Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi berkata bahwa air tak mengalir ke kediamannya sudah sejak lama, bahkan nyaris dua bulan belakangan. 

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, menurutnya, tak jarang dirinya rela merogoh kocek lebih untuk membeli air galon agar dapat digunakan untuk buang air kecil maupun untuk mandi.

"Biasanya sebulan sekali itu air menyala. Namun, daerah kami ini sudah hampir dua bulan tidak menyala." Kata Yanto, Selasa (14/9/2021)

"Beruntung, beberapa hari ini hujan deras. Jadi kami sangat mengharapkan dari tetesan air hujan, agar tidak sulit untuk buang air. Bahkan untuk mencuci maupun mandi," katanya lagi.

Kondisi kekeringan tak hanya terjadi di rumah penduduk, bahkan telah melanda beberapa perkantoran di instansi Bumi Serepat Serasan.

"Beberapa toilet, di dalam bak mandi tidak ada air. Tadi saya sudah keliling. Alhamdulillah di Mushola ada air untuk air wudhu," kata Agus warga Talang Ubi saat berkunjung di Kantor Bupati PALI.

Baca juga: Bupati PALI Lantik Istri Walikota Prabumulih, Jadi Ketua ICMI

Senada, salah seorang pegawai honorer yang bekerja di salah satu kantor dinas berkata kondisi kekeringan di kantornya sudah sejak satu Minggu terakhir. 

"Buang air kecil saja susah pak. Karena beberapa toilet kekeringan air. Hanya toilet khusus yang ada airnya," kata pria dua anak yang enggan disebutkan namanya.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved