Breaking News:

KKB Papua

"1 Anggota Awasi 105 Kilometer," KKB Papua Merajalela Serang Distrik Okhira: Kirim Pasukan Tambahan

Pihaknya telah menyiapkan tiga tim pasukan ke Kiwirok untuk mencegah serangan KKB terus meningkat

Editor: Wiedarto
istimewa
Salah satu bangunan yang di bakar KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021). 

SRIPOKU.COM, PAPUA--Teror kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang membakar fasilitas umum dan rumah warga di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, terus meluas. Setelah berulah di Distrik Kiwirok pada Senin (13/9/2021), kelompok ini kembali membakar puskesmas, dua sekolah, balai kampung, rumah guru, serta rumah tenaga kesehatan di Distrik Okhika, Selasa (14/9).
Untuk menghentikan teror KKB kelompok Lamek Taplo, segera diberangkatkan lewat darat tim tim pasukan tambahan.

Kepala Polres Pegunungan Bintang Ajun Komisaris Besar Cahyo Sukarnito, saat dihubungi dari Jayapura, Selasa, membenarkan kejadian di Okhika tersebut. Dalam dua hari ini, ulah KKB pimpinan Lamek Taplo itu telah menyebabkan sembilan fasilitas publik hangus terbakar.

Sehari sebelumnya, di Kiwirok, KKB itu membakar kantor distrik, puskesmas, pasar, sekolah dasar, rumah tenaga kesehatan, rumah guru dan kantor Bank Papua. Seorang anggota TNI AD, yakni Prajurit Dua Ansar, juga terluka saat terlibat kontak tembak dengan kelompok tersebut.

"Kelompok ini berpindah ke Okhika setelah beraksi di Kiwirok. Mereka membakar fasilitas umum di Okhika pada Selasa pagi," papar Cahyo.

Ia menuturkan, KKB memanfaatkan minimnya jumlah polisi di Pegunungan Bintang. Saat ini, hanya ada 148 personel yang bertugas di kabupaten seluas 15.863 kilometer persegi itu atau 24 kali luas DKI Jakarta.

"Hanya terdapat tiga markas polsek dan tiga polsubsektor di Kabupaten Pegunungan Bintang. Satu anggota kami harus mengawasi hingga 105 kilometer persegi," ungkap Cahyo.

Cahyo menambahkan, baru tiga dari lima tenaga kesehatan yang mengalami luka akibat serangan KKB dievakuasi ke tempat yang aman. Dua tenaga kesehatan lainnya belum dapat dievakuasi karena berada di bawah jurang. Selain itu, terdapat pula satu tenaga kesehatan lainnya belum ditemukan hingga kini.

Kepala Satgas Penegakan Hukum Nemangkawi Komisaris Besar Faizal Ramadhani, yang telah berada di Oksibil, ibu kota Pegunungan Bintang, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tiga tim pasukan ke Kiwirok untuk mencegah serangan KKB terus meningkat. Kelompok ini terus menebar aksi teror di Pegunungan Bintang sejak tahun 2020.

"Kami akan mengirimkan tiga tim Satgas Nemangkawi ke Pegunungan Bintang. Jumlah anggota Lamek yang terlibat dalam aksi pada Senin kemarin sekitar 50 orang," tuturnya.

Dari data Polri dan TNI, kelompok Lamek terlibat dalam delapan aksi teror selama 18 bulan terakhir. Serangan kelompok Lamek mengakibatkan delapan warga sipil dan sembilan aparat keamanan terluka.

Halaman
12
Sumber: Info Komputer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved