Breaking News:

Sirkuit Mandalika Belum Selesai, Indonesia Sudah Dikontrak 10 Tahun Jadi Tuan Rumah MotoGP

“Prinsipnya, Dorna setuju menggelar balapan 10 tahun di Indonesia meski sirkuitnya belum jadi,’’ ujar Chief Strategic Communication Officer MGPA

Editor: Yandi Triansyah
(Dok. MGPA)
Sirkuit Mandalika akan jadi lokasi tes pra-musim MotoGP 2022 

SRIPOKU.COM - Meski sirkutinya belum jadi, Indonesia mendapat kontrak 10 tahun menjadi tuan rumah MotoGP.

Tahun depan Indonesia dipastikan akan menjadi salah satu tuan rumah balap MotoGP yang akan digelar do Sirkuit Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

Chief Strategic Communication Officer MGPA Happy Harinto membenarkan kabar tersebut.

Bahkan kata dia, kontrak yang diberikan penyelenggara MotoGP Dorna melebihi dari kontrak awal yakni selama lima tahun.

“Prinsipnya, Dorna setuju menggelar balapan 10 tahun di Indonesia meski sirkuitnya belum jadi,’’ ujar Chief Strategic Communication Officer MGPA Happy Harinto, pada Kamis 9 September 2021.

Sebelum MotoGP, Sirkuit Mandalika juga jadi tuan rumah balap World Superbike pada pertengahan November mendatang.

Pembangunan Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB nyaris rampung. Biaya yang dibutuhkan untuk membangun sirkuit tersebut mencapai Rp 1,1 triliun.

Dwianto Eko Winaryo, Direktur Kontruksi dan Pengembangan Mandalika Grand Prix Associaton (MGPA), mengatakan, biaya tersebut untuk pekerjaan dasar sirkuit dan pembangunan sirkuit.

"Ada dua pekerjaan utama. Pertama groundwork dan kedua sirkuitnya itu sendiri," kata Dwi dalam konferensi virtual belum lama ini.

Untuk pekerjaan dasar sirkuit kata Dwi, tim menemukan ada bahaya likuifikasi yaitu pencairan tanah atau fenomena yang terjadi ketika tanah kehilangan kekuatan.

"Kita tidak mau juga bahwa potensi ini jadi risiko yang tidak di mitigasi. Kemudian ITDC memutuskan melakukan penguatan. Kalau dihitung mungkin sekitar Rp 100-Rp 120 miliar untuk groundwork, dan sekitar Rp 900 miliar untuk sirkuit, sehingga Rp 1,1 triliun untuk menyelesaikan sirkuit," katanya.

Biaya tersebut kata Dwi di luar tribun dan pit building atau paddock. "Tapi itu juga masih di luar pit building dan tribun. Jadi ini hanya khusus groundwork dan sirkuit itu sendiri," katanya.

"Mudah-mudahan dengan konsep modular untuk pit building ini juga bisa menekan biaya, dan konsep knockdown untuk tribun juga bisa menekan biaya.

Sehingga pembangunan bisa lebih efisien secara biaya dan bisa menghasilkan pendapatan yang maksimal," katanya. (Kompas.tv/Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved