Breaking News:

Lobang Galian Pipa Jaringan Gas Halangi Konsumen, Pedagang Mengeluh Omzet Menurun

Galian jaringan pipa gas rumah tangga di Banyuasin membuat omzet pedagang turun. Karena lubang galian menghalangi pelanggan untuk belanja

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Galian jaringan pipa gas rumah tangga di Kecamatan Banyuasin III 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN  - Pemasangan jaringan pipa gas rumah tangga di Kelurahan Mulya Agung, Pangkalan Balai Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin berdampak pada pedagang yang di kawasan.

Dampak galian jaringan pipa gas berakibat turunnya omset pedagang yang dilintasinya. Pantauan di lapangan terlihat lubang galian  di pinggir jalan Lintas Timur Palembang-Betung tepatnya di Kecamatan Banyuasin III.

Lubang yang terlihat cukup dalam bisa membahayakan karena hanya diberi tanda garis hitam kuning. Disamping iyu tumpukan tanah galian juga masih berada di dekat sekitar lubang galian. Bila tidak berhati-hati, bisa saja terpeleset.

Dampak adanya galian ini, dirasakan Roni. Pelaku usaha penjualan pulsa, aksesoris handphone di Kelurahan Mulya Agung ini mengaku sejak adanya penggalian jaringan pipa di depan tokonya, pembeli enggan datang.

Karena, lubang galian yang tepat di depan tokonya membuat pelanggan susah untuk masuk.

"Omset saya turun sampai 100 persen, karena galian itu tepat di depan toko. Galian ini sudah tiga hari, hanya dipasang pembatas saja, sehingga konsumen sulit untuk datang. Kami harap pemasangan ini , dipercepat sehingga tidak menghalangi kami dalam mengais rezeki," katanya, Senin (13/9/2021).

Sebetulnya, masyarakat dan juga dirinya sangat mendukung adanya pemasangan gas untuk rumah tangga. Akan tetapi, hendaknya pelaksanaannya tidak mengganggu usaha pedagang.

Dalam pengerjaannya juga harus dipercepat sehingga tidak menghambat masyarakat untuk mencari nafkah.

"Untung saat ini panas sehingga tidak menimbulkan masalah baru. Kalau nanti hujan turun pasti becek dan juga berbahaya karena yang melewati  bisa saja  terpeleset," kata Roni.

Tak jauh berbeda juga diungkapkan Heri. Sejak adanya galian jaringan pipa gas, dia harus kehilangan konsumen.

"Kami harap pemasangan dipercepat, sehingga galian cepat ditimbun. Ini sudah tiga hari sejak digali belum juga ditimbun lagi," ujarnya.

Sedangkan Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Banyuasin Kosarudin sudah berkomunikasi dengan pihak pemasangan jaringan pipa gas ini terkait banyaknya keluhan masyarakat.

"Saya sudah telepon, untuk meminta agar pengerjaannya dipercepat. Karena, ada aduan masyarakat yang merasa dirugikan lantaran omset jualan mereka turun sejak adanya galian," katanya.  

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved