Breaking News:

Berita Palembang

AKSI Kawanan Begal di Palembang Makin Merajalela, IRT Asal Kertapati Jadi Korban, Begini Modusnya!

orban Ida (43) Kemas Rindo Kecamatan Kertapati harus kehilangan satu unit motor Honda Genio nopol BG 2040 ACU dan sejumlah dokumen penting

Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Andi Wijaya
anggota indent dan reskrim saat melakukan olah TKP, ditempat lokasi kejadian begal di alami seorang IRT, yakni Ida, Senin (13/9/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Malang dialami seorang karyawan di sebuah laundry di Palembang ini. Dirinya sudah jadi korban pembegalan dengan modus pura-pura di tabrak korban di kawasan Jalan Parameswara, Kelurahan Bukit Baru Palembang, pada Sabtu (11/9/2021) lalu. 

Korban Ida (43) Kemas Rindo Kecamatan Kertapati harus kehilangan satu unit motor Honda Genio nopol BG 2040 ACU dan sejumlah dokumen penting yang berada di dalam motor. 

Informasi yang dihimpun Sripoku.com kejadian dialami korban terjadi sekitar pukul 16.30, saat dirinya melintas di TKP, saat itu hendak pulang ke rumah usai mengunjungi temannya di Jalan Kemang Manis. Suasana lalu lintas di sekitar lokasi juga tidak terlalu sepi. 

Kemudian tiba-tiba empat orang laki-laki yang mengendarai sepeda motor menghadang korban namun seolah-olah korban yang menabrak.

"Saya dari lampu merah mau pulang lewat Jembatan Musi II, tiba-tiba ada satu motor yang nabrak. Jadi seolah membuat posisi motor saya menabrak dia, "ungkap Ida saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang, Senin (13/9/2021). 

Lalu, korban yang saat itu sendirian dimaki-maki salah satu pelaku. Tak lama kemudian orang yang dibonceng, turun dari motor dan duduk di belakang korban sambil menodongkan pisau ke pinggang. 
Karena kaget korban yang diancam pelaku menuruti kemauan pelaku agar melanjutkan perjalanan. 

Lebih jauh ia mengatakan, pelaku mengancamnya tidak perlu berteriak agar tak mencurigakan. "Saya diancam, kemudian disuruh jalan sama yang nodong pisau di belakang saya, " katanya. 

Selama perjalanan Ida melihat dari spion motornya bahwa dua motor yang sempat menabraknya mengikuti dari belakang. Sampailah korban di tempat yang dibawa pelaku, ia diberhentikan di kawasan Kilometer 12.

"Selama perjalanan saya bilang ke pelaku, silahkan kalau mau ambil motor tapi saya jangan dilukai. Tapi dia tidak menghiraukan justru mengancam dan tetap suruh saya jalan, " kata Ibu tiga orang anak ini. 

Motor korban yang dibawa pelaku bahkan belum sempat lunas. Harga motor korban ditaksir Rp 15 juta serta pelaku juga membawa, HP, KTP, SIM, STNK, Surat gelang dan cincin, surat vaksin, surat angsuran motor, KK, dan kartu bank. 

Sedangkan, Kasi Humas Polrestabes Palembang,  Kompol Abu Dani mengatakan, laporan korban telah diterima SPKT Polrestabes Palembang.

"Benar, laporan sudah kami terima dan anggota sudah melakukan olah TKP di lokasi, " tutupnya. 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved