Breaking News:

Berita OKU Selatan

Seorang Member Arisan di OKU Selatan Sedang Dicari Bandar, Mendadak Hilang Usai Tiga Kali Narik

Seorang wanita muda dilaporkan sudah melakukan penggelapan kegiatan arisan di OKU Selatan, tepatnya di Kecamatan Muaradua.

Editor: Refly Permana
handout/sripoku.com
Seorang anggota arisan di OKU Selatan sedang dicari bandar usai menghilang setelah menarik arisan tiga kali. 

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Seorang wanita muda dilaporkan sudah melakukan penggelapan kegiatan arisan di OKU Selatan, tepatnya di Kecamatan Muaradua.

Terlapor berusia 25 tahun itu dilapokan oleh perempuan berusia 24 tahun.

Terlapor yang tercatat sebagai warga Kecamatan Muaradua merugikan bandar arisan senilai Rp 3.342.000.

Alhasil, setelah komunikasi terputus dan tak ada itikad baik dari sang member untuk memenuhi kewajibannya sebagai member arisan, korban berinisial YW membawa perkara ini ke jalur hukum dengan mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres OKU Selatan.

"Komunikasi terakhir 19 Agustus kemaren, setelahnya saya diblok sampai sekarang," ujar YW, Sabtu (11/9/2021).

Pelapor mengungkapkan terlapor yang kerap bermasalah perihal arisan tersebut mengikuti arisan pola menurun.

Setelah mendapat giliran penarikan sebanyak tiga kloter, terlapor tidak membayar dan membuat bandar terpaksa merugi menutupi tunggakan arisan selama tiga bulan.

"Setelah mendapat giliran (narik) tiga kloter dia tidak membayar angsuran lagi sejak bulan Juni hingga arisan selesai," ujarnya.

Ditambahkannya, bahkan pihak YW telah mendatangi keluarga terlapor, namun keluarga mendukung korban membawa ke jalur hukum sebagai efek jera pada terlapor.

Bandar Arisan Online dan Investasi Kos-kosan di Palembang Ditangkap, Korban: Dia Sering Tampil Mewah

Kapolres OKU Selatan, AKBP Indra Arya Yudha SH SIK MH, melalui Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Acep Yuli Sahara SH, melalui Kanit Pidum Ipda Toni Aji membenarkan telah menerima laporan perkara penipuan/penggelapan uang arisan.

"Ya, laporan telah diterima saat ini masih dalam proses penyelidikan," terangnya.

Dalam laporan nomor STTLP Nomor /207/IX/2021/ Sumsel/Res OKUS Korban dikenakan pasal 372 dan atau pasal 378 perihal penggelapan/penipuan dengan maksimal kurungan empat tahun penjara.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved