Breaking News:

Berita Prabumulih

Marak Terjadi Kebakaran, Kepala BPBD Prabumulih Imbau Warga Siapkan APAR di Rumah

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, atau BPBD Prabumulih, Sriyono SH mengimbau masyarakat untuk menyimpan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk

Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM / Edison
Kebakaran di ruko Polaris Jaya di Jalan Urif Sumaharjo atau kawasan nasional Kelurahan Pasar Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (8/1/2021) dalam peristiwa itu tiga orang dilaporkan meninggal dunia. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, atau BPBD Prabumulih, Sriyono SH mengimbau masyarakat untuk menyimpan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk melakukan pencegahan awal terjadinya kebakaran.

Ia mengungkapkan sepanjang 2021 atau mulai Januari hingga akhir Agustus ada sekitar 19 kasus kebakaran terjadi dan ditangani oleh pihaknya.

"Sepanjang tahun ini ada 17 sampai 19 kasus kebakaran, dimana 5 kasus rumah dan sisanya kebakaran lahan dan evakuasi penyelamatan, seperti sarang tawon, pohon tumbang, ular," kata Sriyono SH kepada wartawan.

Sriyono menuturkan dari kasus kebakaran tersebut setidaknya sudah menelan 3 korban jiwa yakni kasus kebakaran di toko Polaris kelurahan Pasar.

"Untuk total kerugian kebakaran berkisar antara Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar," tuturnya.

Sriyono menjelaskan, dalam kasus kebakaran pemicu kejadian didominasi korsleting arus listrik dan penyebab lainnya.

"Jaringan listriknya itu paling dominan. Ada juga kelalaian dari pemilik rumah misal listrik mati ngidupin lilin, kompor dan teledor bisa jadi penyebab kebakaran," jelasnya.

Sriyono mengimbau seluruh masyarakat kota Prabumulih agar berhati-hati akan terjadi kebakaran, selalu memeriksa hal yang rentan menyebabkan kebakaran ketika meninggalkan rumah.

Baca juga: Peluk Jasad Suami, Siti Marli Tak Henti Menangis, Korban Kebakaran di Polaris Jaya: Ayah, Bangunlah

Tidak hanya itu, Sriyono meminta masyarakat agar melengkapi rumah dengan racun api atau APAR sehingga ketika terjadi percikan api atau kabakaran bisa segera dipadamkan.

"Kalau ada APAR bisa menanggulangi api sebelum terjadi makin besar, ini juga wajib bagi toko-toko dan perkantoran," imbaunya.

Untuk diketahui, sejak Januari hingga akhir September 2021 terjadi 7 kasus kebakaran, dengan rincian 4 kasus kebakaran lahan dan 3 kasus kebakaran rumah. (eds/TS)

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved