Breaking News:

Berita OKU

9000 Ekor Ikan Disebar di Cek Dam Batumarta OKU, Total Sudah 628.200 Ekor Sejak 2017

Bibit ikan ini merupakan bantuan dari Bank Perkreditan Rakyat Baturaja, Bank Sumsel Babel Cabang Baturaja, PT. Semen Baturaja.

Penulis: Leni Juwita | Editor: Refly Permana
sripoku.com/leni juwita
Restocking ikan di cekdam yang dilakukan pada dua cekdam dilakukan secara simbolis oleh PlH Bupati OKU, Drs H Edward Candra  MH. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Leni Juwita

SRIPOKU.COM, BATURAJA - 9000 ikan ditebar di cakdam Dusun Mekar Jati, Desa Batumarta II, Kecamatan Lubukraja, Sabtu (11/9/2021).

Restocking atau penyebaran kembali benih ikan yang dilakukan pada dua cekdam dilakukan secara simbolis oleh PlH (Pelaksana Harian) Bupati OKU, Drs H Edward Candra  MH.

Bibit ikan ini merupakan bantuan dari Bank Perkreditan Rakyat Baturaja, Bank Sumsel Babel Cabang Baturaja, PT. Semen Baturaja.

Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan OKU, Ir Hj Tri Aprianingsih, penaburan benih ikan ini telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten OkU melalui Dinas Perikanan dan Peternakan sejak tahun 2017.

Sampai dengan tahun 2021, sebanyak 628.200 ekor ikan yang tersebar di seluruh perairan daratan di Kabupaten OKU yaitu seperti sungai mulai dari Ulu Ogan sampai ke Peninjauan kemudian di cekdam-cekdam yang ada di Kecamatan di Kabupaten OKU.

Hasil dari upaya Pemerintah telah terlihat dengan bertambahnya populasi ikan di sungai dan di beberapa pasar yang ada di Kabupaten OKU.

Saat ini terlihat di pasaran banyak dijual ikan berasal dari sungai yang ada di Kabupaten OKU ini.

Artinya ikan yang telah ditaburkan di sungai OKU ini oleh Pemerintah telah memberikan manfaat bagi penjual ikan yang ada di OKU dan juga masyarakat tidak memasok ikan dari luar Kabupaten OKU.

Restocking adalah untuk meningkatkan populasi dan produksi ikan lokal yang sebelumnya mengalami penurunan akibat penangkapan yang ilegal.

Untuk menjaga kelestarian habitat ikan di Sungai Ogan dan juga dari penangkapan yang ilegal ini telah membentuk kelompok pengawas masyarakat yang ada di seluruh Kecamatan se -Kabupaten OKU dan ini bekerjasama dengan pihak TNI/Polri serta Pemerintah Kecamatan dan Desa.

Jika ada penangkapan ikan yang menggunakan setrum dan putas ini akan diproses dan hukumannya sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 itu bisa dipidana hukuman penjara selama 5 tahun dan denda 100 juta.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved