Breaking News:

Antrean Truk Mengular di SPBU Tanjung Kupang Empat Lawang, Sopir Mengeluh Pekerjaan Terhambat

Antrian truk masih terjadi di SPBU Tanjung Kupang Tebing Tinggi Empat Lawang. Kuota terbatas, maka SPBU sering kehabisan stok untuk melayani konsumen

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Antri - Truk colt diesel antri untuk mendapatkan bahan bakar solar di Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Jumat (10/09/2021). 

 
SRIPOKU.COM, EMPAT LAWANG - Antrian panjang truk masih mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Kabupaten Empat Lawang, tepatnya SPBU Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi, Jumat (10/9/2021).

Selain truk colt diesel yang mendominasi antrian, terlihat juga kendaraan roda empat bermesin diesel lain, dan kendaraan angkutan material ataupun barang besar lainnya

Seperti di hari-hari sebelumya antrian kendaraan-kendaraan besar yang ingin mendapatkan bahan bakar solar tersebut mengular hingga ratusan meter,  sehingga mempersempit Jalan Lintas Sumatera yang tidak jauh dari komplek Kantor Pemkab Empat Lawang tersebut.

Nana seorang supir truk angkutan sawit mengungkapkan bahwa dia sudah mengantri sejak pukul 10 pagi, dan hingga jumat siang  tak kunjung mendapatkan solar.

"Saya sudah antri dari jam 10 tadi dan sampai sekarang belum dapat juga," katanya.

Nana mengatakan biasanya dia akan bisa mengisi solar pukul 4 sore, sehingga dia merasa rugi waktu karena harus menunggu berjam-jam di truknya.

"Yang jelas akibat antri berjam-jam saya jadi rugi waktu dimana pekerjaan saya jadi terhambat," kata Nana.

Nana berharap  masalah seperti ini tidak terus terjadi karena sebagai sopir ia merasa dirugikan.

"Harapannya kalau bisa minyak lancar pengiriman dari Lahat jangan seperti ini minyak jam 4 sore baru masuk," Katanya.

Dikabarkan sebelumnya, seringnya terjadi antrian truk untuk mendapatkan solar di SPBU Tanjung Kupang karena memang stok terbatas.

Sinta Admin SPBU Tanjung Kupang mengatakan memang setiap harinya truk dengan bahan bakar solar sering antri, karena memang solar kosong di SPBU.

Dia jelaskan kuota solar dari Pertamina untuk mereka terbatas, dan kondisi tersebut sudah berlangsung selama 2 tahun.

"Solar masuk kesini dua hari sekali minimal 8 kiloliter, dan karena SPBU kita berada di Jalan Lintas Sumatera otomastis permintaan lebih banyak," kata Sinta.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved