Breaking News:

Analisa Pengamat Soal Harta Kekayaan Pejabat Daerah Meningkat Saat Covid-19, Mungkin Kurangi Belanja

"Katakanlah para pejabat pemerintah yang tak terusik posisi sumber keuangannya, berbeda dengan yang dialami oleh pelaku dunia usaha,"

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Refly Permana
Dokumen Pribadi
Pengamat Politik, Drs Bagindo Togar Butar Butar 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, mengungkapkan harta kekayaan pejabat penyelenggara negara mengalami kenaikan selama pandemi Covid-19 atau Virus Corona.

Berdasarkan catatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jumlah pejabat negara yang hartanya mengalami kenaikan mencapai 70,3 persen. 

Menyikapi ini, Pengamat Sosial Politik di Sumsel Drs Bagindo Togar Butar melihat dampak dari masa pandemi Covid-19, variabel kesehatan, ekonomi dan interaksi sosial yang paling nyata dirasakan perubahan kondisinya.

Semua elemen maupun kelompok masyarakat dituntut untuk mampu merespon aktif atas adaptasi kehidupan baru.

Mantan Ketua IKA Fisip Unsri ini menyebut tidak sedikit dunia usaha, yang terpaksa menutup kegiatan niaganya, paling tidak menunda operasional hingga situasi relatif kondusif. 

Akan tetapi, elite pemerintah sebagai regulator dan pengambil kebijakan, cenderung stabil daya survival juga otoritasnya, serta  dominan keberadaannya ditengah kondisi yang tidak biasa ini.

"Katakanlah para pejabat pemerintah yang tak terusik posisi sumber keuangannya, berbeda dengan yang dialami oleh pelaku dunia usaha atau wiraswasta," ungkap Bagindo kepada Sripoku.com, Jumat (10/9/2021). 

Bagindo mengatakan, stabilitas keuangan masyarakat sangat tergantung atas kucuran dana atau bantuan dari pemerintah, yang disalurkan melalui ragam program guna mengatasi dampak ekonomi di era wabah kesehatan massal ini.

Harta Kekayaan Kepala Daerah Naik Selama Covid-19, Respon Walikota Pagaralam: Asal Tanggung Jawab

"Tidaklah heran kekayaan para petinggi pemerintahan sebagian besar meningkat, paling tidak tak begitu banyak berkurang, karena daya konsumsi berkurang," ujarnya. 

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved