Breaking News:

Berita Palembang

Pakai Kode Kartu Nama, Juarsah Diduga Terima Gratifikasi dari Perusahaan Ini, Isi Chat Dibongkar

"Dalam chat yang kami perlihatkan ada istilah atau kiasan menggunakan kata sejumlah kartu nama dan berkas

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Chairul Nisyah
Terdakwa Juarsah saat jalani persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang, Kamis (9/9/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sidang kasus dugaan korupsi 16 paket proyek di Muara Enim yang menjerat terdakwa Bupati Muara Enim non aktif, Juarsah kembali digelar dipengadilan Tipikor Palembang, Kamis (9/9/2021).

Pada sidang kali ini JPU KPK mengahadirkan 3 orang saksi, yakni Widya, Susanti dan M Erwin yang merupakan staf dari PT Rotari Group.

Dalam persidangan JPU KPK menyebutkan bahwasanya ada indikasi gratifikasi pada terdakwa Juarsah dari PT Rotari milik Iwan Rotari melalui terpidana Elfin MZ Muchtar.

PT Rotari merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor yang mendapatkan 4 paket proyek di Kabupaten Muara Enim.

Selain 16 paket proyek yang didapat oleh perusahaan milik mantan terpidana Robi Okta Pahlevi.

Dikonfirmasi pada JPU KPK, M Nur Azis SH MH mengatakan jika ketiga saksi yang dihadirkan kali ini adalah staf dari PT Rotari Group.

Azis mengatakan dari ketiga saksi yang hadirkan, diharapakan dapat mengungkap adanya fee-fee yang dibagikan pada Bupati dan Wakil Bupati yang saat itu di dijabat oleh terpidana Ahmad Yani dan terdakwa Juarsah melalui terpidana Elfin MZ Mucthar.

"Namun sayang nya dalam persidangan para saksi banyak mengaku tidak mengetahuinya," ujar JPU KPK M Nur Azis saat diwawabcarai awak media, Kamis (9/9/2021).

Meski demikian dari bukti chat yang pihaknya munculkan dalam persidangan, Saksi Widya menyebutkan memprediksi memang benar adanya sejumlah uang.

Namun untuk kegunaannya saksi tidak mengetahui secara pasti untuk apa.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved