Breaking News:

Berita Palembang

Meski Sempat Bangkrut Jadi Bandar Narkoba Warga Kalidoni Palembang Ini Tak Kapok, Terpaksa Pak

Dedy ditangkap saat transaksi bersama seorang warga Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Muba, pada Selasa (7/9/2021), sekitar pukul 23.30.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/andyka wijaya
Kasat Narkoba Polrestabes Palembang, AKBP Andi Supriadi, didampingi Kanit VI, AKP Jhoni Fajri, saat menggelar tersangka Dedi dengan barang bukti sabu seberat 112 gram, Kamis (9/9/201). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sempat bangkrut jadi bandar narkoba, Dedy (46) ternyata belum kapok.

Warga Jalan Mayor Zen, Kecamatan Kalidoni ini kini ditangkap Satres Narkoba Polrestabes Palembang.

Dedy ditangkap saat transaksi bersama seorang warga Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Muba, pada Selasa (7/9/2021), sekitar pukul 23.30.

Mereka transaksi di depan salah satu boks ATM di Kecamatan Ilir Barat I.

Barang bukti yang disita dari kedua tersangka, berupa narkoba jenis sabu seberat 112 gram, 2 ponsel, dan dua motor.

Kasat Narkoba Polrestabes Palembang, AKBP Andi Supriadi, didampingi Kanit VI, AKP Jhoni Fajri, ketika dikonfirmasi membenarkan telah menangkap dua tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu tersebut. 

"Benar, tersangka Dedy ini dulunya pernah menjadi bandar namun bangkrut.

Lalu tersangka kembali terjun menjadi bandar, namun tercium anggota kita, sehingga langsung ditangkap saat transaksi dengan tersangka Afrizal," ungkap AKBP Andi Supriadi, Kamis (9/9/2021), kepada sripoku.com.

Dalami Pencucian Uang Dua Pelaku Narkoba, Kantor BPBD dan Dinkes Muratara Disita Polisi & Pengadilan

Lanjut Andi, atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 132 ayat (1) Jo 114 ayat (2) dan Pasal 132 ayat (1) Jo 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

"Tersangka Dedy terancam hukuman penjara paling lama seumur hidup. Tersangka Aprizal diancam hukuman penjara paling lama 20 tahun," jelasnya.

Sedangkan, tersangka Dedy mengakui jika dirinya kembali menjadi bandar sabu karena terdesak kebutuhan ekonomi.

"Benar pak, dulu saya pernah menjadi bandar sabu, tapi karena bangkrut. Baru mau merintis kembali, tapi sudah keburu ditangkap polisi," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved