Breaking News:

Berita Prabumulih

KLA Santri di Prabumulih Hanya Dua Hari di Pesantren Usai Dianiaya, Dua Pekan Kemudian Meninggal

Kronologi penganiayaan santri di Prabumulih berdasarkan keterangan dari Pondok Pesantren Modern Al Furqon Prabumulih.

Editor: Refly Permana
dokumen pribadi
Sekretaris Pondok Pesantren Modern Al Furqon Prabumulih, Roin Al Hadi SPdI MHum 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Seorang santri di Prabumulih tewas dianiaya. Pihak pondok pesantren tempat korban menempuh pendidikan siap kooperatif untuk mendalami apa yang sebenarnya sudah terjadi.

Sekretaris Pondok Pesantren Modern Al Furqon Prabumulih, Roin Al Hadi SPdI MHum, mengungkapkan santri inisial KLA meninggal dunia setelah lebih dari dua pekan diduga dianiaya oleh kakak tingkatnya inisial W.

"Jadi, berdasarkan rekaman CCTV menyebutkan kejadian itu pada 19 Agustus 2021, santri kita KLA meninggal dunia di rumah sakit pada 5 September 2021," kata Roin, Kamis (9/8/2021).

Adapun kronologi penganiayaan santri di Prabumulih, kata Roin, terjadi pada 19 Agustus.

Lalu, pada tanggal 22 Agustus, KLA meminta izin untuk pulang karena mengalami sakit.

"Saat izin itu, ia menyampaikan sakit dan hilang suara, bukan luka-luka maupun luka lainnya," katanya.

Setelah diizinkan pulang, hingga tanggal 30 Agustus 2021 KLA tak kembali lagi ke pesantren dan yang datang hanya orangtua yang bersangkutan.

"Orangtuanya menyampaikan KLA tidak mau ke pesantren dan mengundurkan diri, lalu kita gali informasi dan wali mengatakan anaknya pernah mengalami tindak kekerasan oleh kakak kelasnya di asrama sebagai pembimbing," bebernya.

Mengetahui itu, pihak pesantren lalu melakukan pemeriksaan dan kemudian mengundang kedua wali santri untuk didamaikan.

Namun, karena KLA sudah mengundurkan diri, maka tidak jadi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved