Breaking News:

Berita Prabumulih

'Mak Peluk Aku Siapo Tau Aku Mati', Ibu Ungkap Pesan Terakhir Santri di Prabumulih Tewas Dianiaya

Isi curahan hati ibu dari santri di Prabumulih tewas dianiaya. Wanita 43 tahun itu mengatakan, korban merupakan anak semata wayangnya.

Editor: Refly Permana
HO/SRIPO
Ibu dan bibi korban ketika melapor ke SPKT Polres Prabumulih, Selasa (7/9/2021) 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Isi curahan hati ibu dari santri di Prabumulih tewas dianiaya. Wanita 43 tahun itu mengatakan, korban merupakan anak semata wayangnya.

Mengenakan jilbab dan baju merah muda berpadu dengan masker coklat, warga Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir itu merasa sangat terpukul dan sedih atas kematian anaknya itu.

Terlebih kematian anaknya itu dinilai tidak wajar diduga setelah dianiaya oleh kakak kelasnya.

"Ini anak aku semata wayang, makanya aku sedih dek, sedih sedih nian," ungkap ibu korban dengan suara bergetar dan meneteskan air mata.

Ibu korban menangis lantaran sedih anaknya meninggal diduga karena dianiaya, bukan karena sakit.

"Kalau dia mati oleh wabah sekarang ini, tidak jadi masalah, berarti kendak Ilahi. Cuma, yang aku sedih, jasadnya meninggal itu dalam keadaan sakit terluka itu," kenangnya.

Sebelum meninggal dunia, katanya, korban sempat meminta dipeluk karena akan meninggal dunia.

"Waktu dia mau meninggal malam Selasa itu katanya, mak peluklah aku ini, aku ini sakit siapa tau aku mati.

Waktu itu saya ngomong jangan mati nak, kalau kau mati, bagaimana dengan ibu," bebernya.

Setelah dipeluk, korban mengatakan jika sangat sayang dengan ibunya namun tidak bisa apa-apa termasuk makan karena mengalamu sakit.

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved