Breaking News:

Komunitas Suka Baca Suka Nulis: Tak Sekedar Komunitas Literasi, Ada Amal Jariyah Hingga Akhirat

Sebelumnya tak pernah terpikirkan dibenak Mimie Sarah, bahwa suatu saat ia akan berhasil mendirikan sebuah komunitas menulis sambil beramal bersama

Editor: adi kurniawan
Dok. Pribadi
Founder Komunitas Suka Baca Suka Nulis, Mimie Sarah dan anggotanya 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sebelumnya tak pernah terpikirkan dibenak Mimie Sarah, bahwa suatu saat ia akan berhasil mendirikan sebuah komunitas menulis sambil beramal bersama yang dikenal dengan Komunitas Suka Baca Suka Nulis (SBSN).

Kak Mimie sapaan hangat dari para pembaca, yang sering adik adik pembaca lontarkan pada penulis 33 tahun ini. Berawal dari sebuah curhatan pembaca di Makassar kepadanya di bulan Agustus 2019 lalu, awalnya pembaca di Makassar menceritakan tentang keadaan memilukan seorang nenek sebatang kara di Gowa Makassar, yang membutuhkan bantuan.

Dari laporan dan bukti-bukti jelas tersebut tergeraklah hati Mimie Sarah untuk menggalang dana dengan cara mengadakan kelas literasi. Saat itu juga mimie sarah yang memang sudah memiliki beberapa teman sesama penulis di penerbit mayor langsung menghubungi tiga teman
baiknya itu, yaitu Alnira (Penulis 'Gendut Siapa Takut' terbitan Gramedia), Bee (Penulis
'Rentang Waktu' Sekaligus Selebgram akun Bait semusim), dan Efranjy (Penulis Rahasia Sukses Berhijrah terbitan Quanta). Melalui kerjasama yang kompak itulah , Mimie Sarah berhasil mendirikan komunitas ini bersama 3 pemateri tetap di atas. Yang akhirnya bisa
menggalang dana untuk didonasikan kepada Nenek Batia yang berada di Gowa Makassar.

Founder Komunitas Suka Baca Suka Nulis, Mimie Sarah dan anggotanya
Founder Komunitas Suka Baca Suka Nulis, Mimie Sarah dan anggotanya (Dok. Pribadi)

Lebih lanjut Mimie menceritakan awalnya sempat pesimis, khawatir akan sedikit sekali minat peserta untuk kelas literasi. "Tapi ternyata, Alhamdullilah banget, saat itu lebih dari 100 orang mendaftar kelas literasi,
beberapa datang dari pembaca pribadi Saya, dan ada juga dari pembaca alnira, Bee, dan Efranjy. Untuk donasi yang terkumpul juga lumayan banyak," ucap Mimie Sarah mengingat kembali memori 2 tahun lalu.

"Usai kelas literasi tersebut selesai, sempat mau Saya bubarkan, namun banyak adik-adik yang ingin tetap berada di komunitas menulis SBSN, karna mereka merasa
nyaman dan sadar bahwa di komunitas SBSN tidak hanya bisa mendapatkan ilmu menulis tapi juga bisa sambil beramal dalam membantu orang. Akhirnya dengan niat tulus bersama, dan kekompakan tetap ingin bersama sama dalam menggali ilmu tentang menulis, sambil bersedekah," ujarnya.

Mimie mengatakan meskipun ada yang keluar, ada beberapa anggota kelas literasi yang masih bertahan. "Melihat lebih banyaknya anggota yang mau bertahan, Dengan senang hati Saya memberi persyaratan untuk semua anggota agar menyisihkan uang sedekah Rp 10 ribu setiap bulannya. Uang tersebut dipengang oleh admin yang sudah dipilih di masing-masing kota. Dan semuanya pun sepakat setuju," ujarnya.

Alhamdullilah selama 2 tahun ini, kami sudah melaksanakan 14 kali sedekah bersama, di beberapa kota. mulai dari membantu rumah kanker, Pemulung yang berusia senja dan sakit-sakitan, kurban bareng, berbagi ke panti dan rumah tahfidz, dan menyalurkan ke penerima donasi lainnya. "Bukan cuma tentang beramal, tapi sudah beberapa kali juga komunitas kami menghadirkan penulis penulis hebat sebagai pengisi kelas literasi. Nah temen-temen nanti
bisa follow akun instagram komunitas SBSN untuk lebih tau lengkapnya lagi, siapa saja yang pernah mengisi kelas literasi kami.

Founder SKSN, Mimie Sarah
Founder SKSN, Mimie Sarah (Dok. Pribadi)

Komunitas yang di bangun oleh ibu 3 anak ini, memang dari berbagai kota, bukan hanya ada di Palembang, tapi juga di Jakarta, Kalimantan, Jawa, dan beberapa kota lainnya. Uniknya semua anggota di komunitas ini belum pernah bertemu semuanya secara langsung. Tapi, meski jauh, hati itu selalu terasa dekat. "Seperti ada tali yang allah ikatkan di batin semua anggota, yang berharap suatu saat bisa benar-benar bertemu secara langsung dari berbagai kota," ujarnya.

Sebagai Founder Komunitas Suka Baca Suka Nulis, Mimie memang tidaklah gampang, pernah juga mendapat ujian besar, bahkan mendapat pandangan sinis dari beberapa komunitas lain. Namun Mimie berprinsip, selama niat itu dilakukan karna Allah SWT, tak ada yang perlu di takutkan.

"Seperti ada tantangan juga, saat sulitnya mengajak banyak orang dalam kebaikan. Yang mungkin
masih sangat berat menyisihkan uang Rp 10 ribu setiap bulan. Padahal pahala tabungan amalnya
untuk diri mereka sendiri. Kalo kata dillan "kamu nggak akan sanggup, biar aku saja" haha," ujarnya.

Halaman
123
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved