Breaking News:

Vaksin Covid

INFO Terkini, 94 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Akibat Belum Disuntik Vaksin

Bahkan, pasien Covid-19 yang meninggal dunia yang belum divaksin ini bisa mencapai 94 persen.

Editor: Wiedarto
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Warga ziarah ke makam kerabat yang meninggal akibat Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Selasa (10/8/2021). Dibandingkan bulan Juni hingga Juli lalu, jumlah jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di TPU Rorotan berkurang. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA--Berdasarkan data laporan terbaru, menunjukkan risiko kematian pada pasien Covid-19 yang belum melakukan vaksinasi cukup tinggi. Bahkan, pasien Covid-19 yang meninggal dunia yang belum divaksin ini bisa mencapai 94 persen.

Hal ini ditunjukkan dari laporan terbaru hingga 5 September 2021 tercatat bahwa dari 135.861 pasien Covid-19 yang meninggal dunia, 94 persen di antaranya belum mendapat vaksinasi Covid-19.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan, sama halnya seperti yang selalu disampaikan oleh Kementerian Kesehatan, vaksinasi memiliki kaitan erat dengan menurunkan tingkat keparahan dan kematian akibat Covid-19. Sehingga, vaksinasi sangat penting bukan hanya untuk meningkatkan imunitas, tetapi juga menghindari infeksi dan risiko kematian akibat Covid-19.

"Vaksin Covid-19 sangat penting tidak hanya untuk mencegah penularan, tetapi juga melindungi kita dari risiko sakit parah, bahkan kematian akibat infeksi Covid-19," kata Johnny dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/9/2021).

Tingginya pasien Covid-19 meninggal yang belum divaksin hingga 94 persen, berikut alasan dan fakta manfaat vaksin Covid-19 agar masyarakat jangan ragu untuk divaksinasi.

1. Menurunkan risiko terinfeksi Covid-19

Evaluasi efektivitas vaksin Covid-19 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI juga membuktikan bahwa vaksin mampun menurunkan risiko terinfeksi Covid-19, serta mengurangi perawatan dan kematian bagi tenaga kesehatan. Evaluasi tersebut dilakukan melalui studi terhadap 71.455 tenaga kesehatan (nakes) di DKI Jakarta yang meliputi perawat, bidan, dokter, teknisi dan tenaga umum lainnya, yang dilakukan sepanjang periode bulan Januari hingga Juni 2021.

Pengamatan dalam masa evaluasi ini pun dilakukan terhadap kasus konfirmasi positif Covid-19, perawatan dan kematian akibat Covid-19 pada 3 kelompok tenaga kesehatan. Pertama adalah kelompok nakes yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Kedua adalah kelompok nakes yang mendapatkan vaksinasi lengkap (dua dosis), serta kelompok ketiga adalah nakes yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 sama sekali.

Hasilnya, kelompok nakes yang belum divaksin atau belum mendapatkan vaksin Covid-19 sama sekali sangat berisiko terinfeksi dengan kondisi yang cukup parah. Dengan vaksinasi maka risiko meninggal pada pasien Covid-19 juga semakin rendah.

2. Mengurangi risiko long Covid

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved