HATI-HATI Kirim Stiker di WhatsApp, Jika Berbau Porno Kena Denda Rp 6 Miliar dan Penjara 12 Tahun

Direktur Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi mengatakan bahwa stiker yang berkaitan dengan pornografi di Whatsapp berpotensi melanggar UU ITE

Penulis: Welly Hadinata | Editor: Welly Hadinata
net
ILUSTRASI - WhatsApp 

SRIPOKU.COM - Bagi masyarakat sebagai pengguna media sosial (medsos) diminta agar lebih teliti dan berhati-hati. Terlebih lagi untuk kalangan penggunakan aplikasi WhatsApp (WA).

Dikarenakansaat ini ada aturan baru dan jika melanggar tentu akan diberi tindakan hukum.

Diketahui aplikasi WhatsApp menjadi salah satu aplikasi kirim pesan yang sangat banyak digunakan oleh masyarakat.

Melalui aplikasi ini, pengguna bisa bertukar pesan hingga foto atau video tanpa menggunakan pulsa.

Bukan hanya untuk mengirim pesan, aplikasi ini juga menawarkan fitur-fitur yang menarik, misalnya video call hingga mengirim stiker.

Nah, buat kalian yang gemar memakai stiker saat chatting di WhatsApp, sebaiknya mulai sekarang lebih berhati-hati.

Pasalnya, akhir-akhir ini banyak stiker mengandung unsur pornografi beredar di WhatsApp.

Direktur Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi mengatakan bahwa stiker yang berkaitan dengan pornografi di Whatsapp berpotensi melanggar UU ITE.

Namun untuk mengategorikan stiker pada aplikasi WA itu pornografi atau tidaknya juga masih belum jelas.

Ia menjelaskan bahwa tafsir seseorang mengenai pornografi sangatlah beragam dan luas. Maka dari itu, kemungkinan setiap orang akan berbeda dalam mendefinisikannya.

Tapi, menurutnya jika mempertontonkan alat organ sensitif, bahkan bagi anak-anak jika mempertontonkan buka baju, hal itu dapat digolongkan pornografi. Jadi perlu dilihat kontennya seperti apa.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika, Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan bahwa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang, apabila sesuatu termasuk kategori pornografi, maka dapat dipastikan melanggar hukum.

Walaupun begitu, Samuel tak memberikan perincian, apakah stiker Whatsapp termasuk yang melanggar hal tersebut.

Adapun bagi yang melanggar Undang-undang Pornografi akan disanksi pidana penjara paling singkat enam bulan hingga 12 tahun, dan/atau denda minimal Rp250 juta dan maksimal Rp6 miliar.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved