Breaking News:

Aplikasi e-HAC Aman Digunakan, Penyelidikan Polri Tidak Menemukan Adanya Kebocoran Data

Hasil penyelidikan Polri menyimpulkan tidak ada kebocoran data pada aplikasi e-HAC Kemenkes. Karena itu aplikasi e-HACaman digunakan masyarakat

Editor: Azwir Ahmad
IST
Kepala Divisi Humas Polri Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si. atau Argo Yuwono 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Polri tidak menemukan adanya kebocoran data masyarakat dalam sistem aplikasi Electronic Health Alert Card (e-HAC) yang dikembangkan Kementerian Kesehatan.

Karena itu aplikasi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut aman diguankan masyarakat.

Sebelumnya Polri melakukan penyelidikan menyusul polemik adanya dugaan kebocoran data pada aplikasi e-Hac. Hasilnya, Polri tidak menemukan adanya kebocoran data dimaksud.

"Hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Cyber Polri terhadap Kemenkes dan mitra Kemenkes, tidak ditemukan upaya pengambilan data pada server e-HAC," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Selasa (7/9/2021).

Argo juga memastikan aplikasi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik oleh Kemenkes ini aman digunakan masyarakat. Ia sekaligus mengimbau masyarakat menggunakan aplikasi PeduliLindungi karena aplikasi e-HAC terbaru sudah terintegrasi dengan aplikasi tersebut.

Sebelumnya, Kemenkes memastikan tidak ada kebocoran data dalam sistem e-HAC. Data yang terekam dalam sistem tersebut juga telah dilindungi.

"Kemenkes memastikan bahwa data masyarakat yang ada di dalam sistem e-HAC tidak bocor dan dalam perlindungan.
Data masyarakat yang ada di dalam e-HAC juga tidak mengalir ke platform mitra,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Anas Ma’ruf di Jakarta, Rabu (1/9/2021).

Mencuatnya dugaan kebocoran data dari sistem e-HAC ini bermula dari laporan yang disampaikan oleh VPN mentor. Situs yang fokus pada keamanan virtual private network (VPN) itu melaporkan dugaan kebocoran data 1,3 juta pengguna aplikasi e-HAC.

Anas mengatakan, setelah informasi tersebut diverifikasi oleh BSSN dan dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan pada 23 Agustus 2021, maka dilakukan penelusuran.

Dari proses tersebut ditemukan adanya kerentanan dari platform mitra e-HAC. Maka tindak lanjut dan perbaikan sistem langsung dilakukan.

Menurut Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN sekaligus juru bicara BSSN Anton Setiyawan, kerentanan yang ditemukan tidak terkait kebocoran data.

Dikatakan, kerentanan yang terjadi lebih berkaitan dengan sensitive data exposure yang bisa disalahgunakan pihak yang tidak berwenang.

Namun, setelah laporan dari VPN mentor diterima, sistem pada aplikasi langsung ditutup sehingga risiko dari kerentanan tersebut bisa dikendalikan.

”Jadi, data yang ada masih tersimpan dengan baik. Informasi yang disampaikan pemerintah saat ini sebagai bagian dari mitigasi risiko untuk melakukan langkah pencegahan. Pemerintah pasti akan bertanggung jawab atas data masyarakat,” ujar Anton.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hentikan Penyelidikan, Polri Sebut Tidak Ada Kebocoran Data E-HAC", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2021/09/07/12124461/hentikan-penyelidikan-polri-sebut-tidak-ada-kebocoran-data-e-hac.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved