Berita Selebriti

KPI Angkat Bicara soal Kebebasan Saipul Jamil yang Diglorifikasi, Lembaga Penyiaran Diminta Beretika

Permintaan ini merespon sentimen negatif publik terkait pembebasan dan keterlibatan yang bersangkutan di beberapa program acara TV.

Tayang:
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Sudarwan
Instagram
KPI angkat bicara terkait pemberitaan Saipul Jamil 

SRIPOKU.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya angkat bicara soal kebebasan Saipul Jamil yang diberitakan bak seorang pahlawan.

Belum lagi setelah bebas, wajah Saipul Jamil bak hilir mudik di televisi.

Saipul Jamil diminta berbagi kisah saat berada di jeruji besi.

Kebebasan Saipul Jamil yang dianggap mendapat sambutan 'aneh', menuai banyak kecaman.

Baik dari kalangan artis maupun masyarakat biasa banyak yang menentang Saipul Jamil muncul di televisi.

Sebuah petisi bahkan muncul untuk mengajak masyarakat turun tangan memboikot Saipul Jamil.

Sosok Saipul Jamil kini banyak menuai pro dan kontra.

Menanggapi hal tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta seluruh lembaga penyiaran televisi untuk tidak melakukan amplifikasi dan glorifikasi (membesar-besarkan dengan mengulang dan membuat kesan merayakan) tentang pembebasan Saipul Jamil dalam isi siaran.

Dilansir dari Instagramnya dan situs resmi KPI, surat terbuka terkait Saipul Jamil sudah terunggah.

Peringatan kepada pihak televisi yang dilayangkan oleh KPI ini guna merespon sentimen negatif publik terkait pembebasan dan keterlibatan yang bersangkutan di beberapa program acara TV.

“Kami berharap seluruh lembaga penyiaran memahami sensitivitas dan etika kepatutan publik terhadap kasus yang telah menimpa yang bersangkutan dan sekaligus tidak membuka kembali trauma yang dialami korban,” tegas Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo, menyikapi aduan dan respon negatif masyarakat terkait pembebasan Saipul Jamil, Senin (6/9/2021).

KPI juga meminta lembaga penyiaran untuk lebih berhati-hati dalam menayangkan muatan-muatan perbuatan melawan hukum atau yang bertentangan dengan adab dan norma seperti (penyimpangan seksual, prostitusi, narkoba dan tindakan melanggar hukum lainnya) yang dilakukan artis atau publik figur.

“Kami berharap lembaga penyiaran lebih mengedepankan atau mengorientasikan unsur edukasi dari informasi yang disampaikan agar hal serupa tidak terulang serta sanksi hukum yang telah dijalani yang bersangkutan tidak dipersepsikan masyarakat sebagai risiko biasa,” kata Mulyo.

Saipul Jamil bebas dari penjara Kamis (2/9/2021)
Saipul Jamil bebas dari penjara Kamis (2/9/2021) (Tribunnews)

Mulyo menambahkan bahwa hak individu memang tidak boleh dibatasi tetapi hak publik dan rasa nyaman juga harus diperhatikan karena frekuensi milik publik dan harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kesejahteraan (termasuk kenyamanan) masyarakat.

“Mengedepankan hak individu tapi melukai hak masyarakat tentu tidak patut dilakukan,” ujarnya.

Mencermati beberapa peristiwa yang sering berulang dalam beberapa kasus serupa, Mulyo mengatakan momentum revisi P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran) tahun 2012 yang sedang dilakukan KPI akan menjadi bahan pertimbangan dan masukan tentang pengaturan secara eksplisit tentang hal ini dalam revisi P3SPS.

“Saat ini, kami tengah melakukan revisi terhadap P3SPS dan sudah pada tahap mendengarkan masukan dari publik dan stakeholder,” tandasnya.

Baca juga: DS Korban Asusila Saipul Jamil Kini Alami Trauma Lihat Wajah Ipul Wara-wiri di TV, KPAI: Berpengaruh

Baca juga: Bebas tapi bak Terpenjara, Saipul Jamil Ungkap Penderitaan Hidupnya Kini, Dewi Perssik Pasang Badan

Sebelumnya, Najwa Shihab rupanya ikut menyoroti penyambutan Saipul Jamil yang menuai kontroversi tersebut.

Atas penyambutan yang terkesan seperti pahlawan itu, pembawa acara 'Mata Najwa' itu khawatir masyarakat luas tak akan malu jika terjerat kasus pelecehan seksual.

Dalam unggahan Instagram-nya, putri dari Quraish Shihab itu tampak membagikan sebuah video berjudul "Glorifikasi dan Bahaya Normalisasi Kekerasan Seksual".

Dalam video yang berdurasi 3 menit 19 detik itu menunjukkan momen-momen saat Saipul Jamil keluar dari Lapas Cipinang.

Saipul Jamil disambut dengan karangan bunga hingga dielu-elukan saat menaiki mobil Ferrari.

"Merayakan bebasnya pedangdut Saipul Jamil setelah lima tahun mendekam di penjara bukan perkara sembarangan.

Perilaku ini lama kelamaan bisa membuat 'pemakluman' atas kekerasan seksual terhadap dua remaja yang dilakukannya," tulis Najwa Shihab.

Atas pembebasan Saipul Jamil yang seolah dirayakan ini, Najwa Shihab menilai hal itu dapat berpotensi membuat publik tak akan malu jika suatu saat nanti terjerat kasus yang sama dengan Saipul Jamil.

"Yang nggak kalah bahaya, orang-orang bisa nggak malu lagi kalau melakukan kekerasan seksual.

Selain itu, perilaku ini juga bisa bikin orang-orang jadi merasa 'biasa' melihat para pelaku kekerasan seksual," sambungnya.

Meski telah selesai menjalani hukuman, namun Najwa Shihab mengaku prihatin dengan para korban atas bebasnya mantan suami Dewi Perssik ini yang disanjung bak bahlawan oleh para penggemarnya.

"Belum lagi hal ini juga bisa membuat korban semakin takut buat berbicara dan terbuka," ujar Najwa Shihab.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved