Breaking News:

Kriminalitas

RINDU Anak Bungsu, Joni Pulang Kampung Setelah 4 Bulan Kabur ke Bangka: Sempat Jualan Balon Gas

Saat ditanyai oleh Sripoku.com, pelaku Joni mengaku sempat melarikan diri ke Pulau Bangka, saat tahu rekan aksi pemalaknya ditangkap

Editor: Wiedarto
sripoku.com/Chairul Nisyah
Pelaku aksi premanisme, Joni (40) Warga Kertapati Palembang ditangkap Unit I Subdit III Jatanras Polda Sumsel, Minggu (5/9/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pelaku aksi premanisme di kawasan Jembatan Ampera, Joni (40) warga Jalan Depo, Kecamatan Kertapati, Kelurahan Kemas Rindo Kota Palembang, akhirnya ditangkap anggota Unit 1 Subdit III Jatanras Polda Sumsel, Pimpinan Kanit AKP Willy Oscar bersama timnya, Minggu (5/9/2021).

Saat ditanyai oleh Sripoku.com, pelaku Joni mengaku sempat melarikan diri ke Pulau Bangka, saat tahu rekan aksi pemalaknya ditangkap oleh petugas.

"Saya lari ke Bangka selama 4 bulan. Lari kesana karena tau rekan saya Selvi, yang kemarin malak sudah ditangkap petugas," ujar pria bertato tersebut saat ditemui di Polda Sumsel, Minggu (5/9/2021).

Joni mengaku selama pelarian di Bangka dirinya bekerja sebagai penjual balon gas.  Karena merasa rindu pada anak bungsunya yang masih berumur 1,5 tahun, Joni pun memutuskan untuk pulang ke Palembang.

Namun sayangnya belum lama pulang, saat berada di kawasan Air Mancur Masjid Agung, Joni pun ditangkap oleh petugas Unit 1 Subdit III Jatanras Polda Sumsel.

Karena berusaha melarikan diri, petugaspun terpaksa mengambil tindakan tegas terukur, dengan menembakan peluru panas ke bagian kaki kiri pelaku Joni, yang membuatnya jatuh tersungkur.

Masih dari keterangan pelaku Joni, dirinya bersama rekannya Selvi (sudah ditangkap) melakukan aksi pemalakan pada pasangan muda-mudi yang sedang pacaran di kawasan Jembatan Ampera dengan menodongkan senjata tajam.

"Sajam itu punya Selvi, dipakai cuma buat nakut-nakutin saja. Tidak digunakan untuk melukai," ujar Joni.

Dari aksinya tersebut, Joni berhasil melarikan sebuah handphone dan tas miliki korbannya.Dari pengakuannya, handphone tersebut dijual dan uangnya digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Sementara itu, saat dimintai keterangan oleh Panit Opsnal Unit 1 AKP Biladi Oustin, pelaku Joni mengaku sempat menempelkan senjata tajam tersebut pada bagian tubuh remaja yang menjadi korbannya.

Pelaku Joni juga pernah ditahan selama 6 bulan karena kedapatan membawa sajam.
Ia terancam pasal 365 KUHPidana. (nisa)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved