Breaking News:

Berita Palembang

Disergap Polisi di Sukarami, Istri di Palembang Kaget, Ternyata Suami Bawa 100 Butir Ekstasi

"Saat penangkapan terjadi pelaku bersama istri sirihnya tapi dia tidak tahu kalau suaminya akan mengirimkan barang haram tersebut," katanya.

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Andi Wijaya
Wahyudi pelaku pengantar narkoba ekstasi saat digiring petugas Narkoba Polrestabes Palembang, Sabtu (4/9/2021) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Satres Narkoba Polrestabes Palembang berhasil mengamankan kurir narkotika jenis ekstasi.

Sebanyak 100 butir ekstasi diamankan dari tangan pelaku.

Pelaku yakni Wahyudi (31) ditangkap di Jalan Perjuangan Pulo Gadung Blok A1 Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (2/9/2021) pagi.

Warga Jalan Gotong Royong, Kecamatan Sukarami Palembang ini diamankan saat melakukan transaksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kasat Narkoba Polrestabes Palembang, AKBP Andi Supriadi mengatakan, bahwa tertangkapnya pelaku berawal dari laporan masyarakat yang menyatakan, di mana TKP sering digunakan sebagai tempat melintas para pembinis narkoba untuk mengirim barang pesanan.

"Dari informasi tersebut, anggota kita langsung bergerak cepat dan mengamankan pelaku yang merupakan seorang kurir, " ungkapnya, Sabtu (4/9).

Lanjutnya, dari tangan pelaku didapatkan 100 butir ekstasi.

"Kemudian pelaku beserta barang buktinya dibawa anggota kita ke Polrestabes Palembang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sedangkan untuk pemilik barang tersebut sudah kita kantongi identitasnya dan dilakukan pengejaran," katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, bahwa pelaku ditangkap saat akan mengirimkan barang ke Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin bersama istri sirinya.

"Saat penangkapan terjadi pelaku bersama istri sirihnya tapi dia tidak tahu kalau suaminya akan mengirimkan barang haram tersebut," katanya.

Atas ulahnya pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sedangkan, pelaku Wahyudi membantah kalau itu barang miliknya melainkan hanya mengantar saja.

"Itu bukan barang saya tapi saya hanya mengantar saja dengan upah Rp 500 ribu," tutupnya. (Diw).

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved