Breaking News:

Liputan Khusus

Siswa-siswi Antusias Kembali ke Sekolah Meski Dua Jam Saja, Sudah Bosan Belajar di Rumah

Tari, wali murid di Kecamatan Talang Ubi juga menyatakan telah lama menantikan anaknya bisa kembali belajar di sekolah.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUN SUMSEL/RAHMAD AIZULLAH
Seorang siswa dicek suhu saat akan mengikuti pembelajaran tatap muka di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). 

SEKAYU, SRIPO -- Langkah Gusti, siswa kelas V SDN Jembatan Gantung Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin ini begitu bersemangat menuju ke gedung sekolahnya. Seragam putih merah serta atribut tambahan berupa masker merah sudah ia kenakan dari rumah. Bahkan jauh-jauh hari ia sudah memotong rambut lebih pendek agar terlihat rapi saat bertemu gurunya.

Satu tahun lebih ia mendambakan bisa belajar dan bermain bersama teman-teman sekolahnya. Bahkan Gusti kerap bertanya kepada orang tua dan guru, kapankah bisa kembali ke sekolah. Dan barulah Senin (23/8) lalu keinginannya bisa terwujud.

"Bosan belajar di rumah. Mau belajar bersama teman-teman di sekolah lagi," ujarnya kepada Sripo.

Gusti pun paham betul, pandemi ini membuat ia harus mengubah kebiasaan yang dulunya leluasa bermain. Bahkan untuk jajan di kantin pun tak bisa berlama-lama.

"Nggak ada jam keluar main (istirahat). Jadi sudah belajar langsung pulang. Tapi nggak apa-apa, yang penting bisa datang ke sekolah lagi," ujarnya.

Sedangkan Tari, wali murid di Kecamatan Talang Ubi juga menyatakan telah lama menantikan anaknya bisa kembali belajar di sekolah. Sebab menurut wanita yang punya usaha di rumahnya, dengan diterapkannya belajar dalam jaringan membuat pekerjaannya bertambah banyak, lantaran kedua anaknya harus belajar menggunakan handphone.

“Belajar Daring ini sudah sejak tahun kemarin. Jadi kami sebagai orang tua sangat kesulitan. Belum lagi mempersiapkan keperluan rumah dan usaha, ditambah harus mengajari tugas anak-anak. Kami harap wilayah Kabupaten PALI segera bisa menerapkan belajar disekolah,” jelasnya.

Demikian juga dengan Revi, salah satu orang tua siswa di Kabupaten Musirawas Utara mengaku senang anaknya kembali ke pembelajaran tatap muka. Menurutnya, pembelajaran jarak jauh selama ini sangat tidak efektif.

"Belajar dari rumah itu payah. Anak-anak bukannya belajar malah nonton TV, main-main dengan kawan-kawannya. Kalau di sekolah dia belajar," kata Revi.

Uliati, orang tua siswa lainnya juga mengaku sudah lama menunggu pembelajaran tatap muka. "Kalau ditanya perasaannya ya senang sekali, kami sudah menunggu-nunggu kapan tatap muka ini. Di sini kan sinyal masih susah, bagaimana mau daring, terus lagi banyak orangtua tidak mampu beli HP untuk anaknya belajar daring," katanya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved