Berita Lubuklinggau

Saya Hampir Tertimbun, Warga Lubuklinggau Gemetar, Rumahnya Disapu Air Bah

"Ketika lagi tegak melihat air besar, tiba-tiba talud longsor, saya hampir tertimbun," ungkap Warsih pada

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM /Eko Hepronis
Keluarga warsih saat melihat talud di samping rumahnya yang longsor akibat diterjang air bah, Rabu (1/9/2021). 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Bayang-bayang kematian, masih membekas di benak Warsih, Rabu (1/9/2021).

Sore itu, rumah wanita 35 tahun itu diterjang air bah, seketika badanya gemetar jika kembali mengingat kejadian tersebut.

Masih begitu ingat di dalam ingatannya, longsor nyaris menimbun warga
Perumahan Karya Bakti II, RT 08 Kelurahan Karya Bakti.

Beruntung peristiwa yang terjadi di Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel) lolos dari maut, setelah nyawanya selamat karena talud, penahan longsor.

Saat itu, kata Warsih, dirinya bersama anak tengah berada di dalam rumah.

Namun tak begitu lama, mereka merasakan geteran seperti digoncang gempa.

Karena penasaran, Warsih memberanikan diri untuk keluar.

Betap terkejutnya dirinya melihat air bah sudah begitu besar datang menerjang.

"Ketika lagi tegak melihat air besar, tiba-tiba talud longsor, saya hampir tertimbun," ungkap Warsih pada Tribunsumsel.com, Kamis (2/9/2021).

Warsih mengaku langsung shock dan langsung memanggil anaknya dan ibunya, sekarang ketika mengingat peristiwa itu terjadi ia masih gemetar.

"Takut sekali kalau hujan deras, sekarang semua air berkumpulnya ke sini semua, karena di wilayah depan yang langganan yang banjir kemaren sudah diperbaiki saluran airnya," ujarnya.

Dalam peristiwa talud longsor ini, bukan hanya rumah Warsih yang rusak parah, namun pondasi dapur rumah Febri yang baru dibangun juga longsor dan rusak parah.

Saat itu saya sedang tidur pulas bersama istri dan anak, tahu-tahu Yunus tetangga memanggil mengatakan tembok longsor, saya lihat belakang posisi gantung," timpal Febri.

Ketua RT 08 Riki Suyono menjelaskan, bencana yang terjadi di wilayahnya itu setahun ini sudah tiga kali terjadi.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved