Breaking News:

Banjir di Palembang

Palembang Banjir saat Musim Kemarau, Terungkap Faktor Ini yang Sebabkan Hujan Turun

Sehingga potensi terjadi hujan cukup besar untuk wilayah Sumsel akibat peralihan faktor pengendali cuaca,

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Odi Aria
Banjir di kawasan Sekip Bendung Palembang tak kunjung surut hingga Kamis (2/9/2021) usai diguyur hujan deras kemarin 

Palembang Banjir saat Musim Kemarau,  Terungkap Faktor Ini yang Sebabkan Hujan Turun

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Beberapa hari terakhir wilayah Sumsel diguyur hujan lebat meski masih berada di musim kemarau.

Bahkan, akibat hujan deras yang turun selama beberapa jam sebagian wilayah Palembang terendah banjir.

Menurut Kepala Unit Analisa Dan Prakiraan Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Sinta Andayani, saat ini memang Sumsel masih dalam periode musim kemarau.

Namun cuaca pada musim kemarau ini banyak dipengaruhi oleh faktor pengendali cuaca lain yang silih berganti menambah uap air di atmosfer bertambah lembab atau basah.

"Sehingga potensi terjadi hujan cukup besar untuk wilayah Sumsel akibat peralihan faktor pengendali cuaca," ujarnya, Kamis (2/9/2021).

Sinta menyebutkan, saat ini sedang aktif gelombang Ekuatorial Rossby di sekitar Sumsel dan terdapat sirkulasi angin di barat Kalimantan serta konvergensi menyebabkan pertemuan massa udara.

Selain itu, suhu permukaan laut terdeteksi masih hangat yang juga membuat atmosfer juga semakin lembab atau basah.

Hujan yang turun pun memang kerap kali di waktu siang.

Sinta menerangkan, siang hingga sore hari adalah seringnya waktu awan konvektif memasuki tahap matang untuk turun hujan.

Ditegaskan Sinta, hujan yang kerap turun di waktu siang pun bukan akibat hujan buatan untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebab kata dia, pembuatan hujan buatan sudah selesai pada bulan Juni lalu.

"Saat ini hujan yang terjadi murni karena proses alami di atmosfer," kata dia.

Adapun potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih cukup tinggi sampai tiga atau lima hari ke depan. 

"Saya imbau masyarakat untuk selalu waspada akan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor terutama di daerah perbukitan," jelas Sinta.(mg3)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved