Adat, Modernisasi dan Pembangunan

Adat yang menjadi landasan hidup suatu masyarakat itu diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya melalui proses sosialisasi.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Istimewa
Albar S Subari SH, MH Ketua Pembina Adat Sumatera Selatan. 

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Makna modernisasi adalah terutama dalam bidang perasaan, dan tidak atau hanya sedikit terkait dalam bidang fungsionalitas gaya yang baru.

Di dalam pembangunan, yang diutamakan adalah fungsi nyata dari suatu alat atau sistem yang melayani keperluan hidup manusia atau masyarakat.

Misalnya kenaikan produktivitas, penyempurna kualitas, penurunan biaya produksi, penurunan harga jual barang atau jasa, peningkatan efektivitas alat atau mesin, dan sebagai nya.

Seandainya penyempurna fungsi nyata itu sekaligus menambah fungsi sosial (gengsi), maka hal itu diterima sebagai bonus saja.

Selama masyarakat masih berpegang kuat pada adat di dalam kehidupan nya, setiap usaha pembangunan diterima dengan rasa kurang rela oleh orang banyak karena usaha itu meng-ubah.

Atau setidak tidaknya menyimpang dari adat, karena itu mengganggu keserasian hidup mereka.

Karena kadang kadang menyangkut pula dengan keyakinan itu sangat dihindari.

Di antara dua kutub budaya yang sepenuhnya berpegang pada adat dan yang sepenuhnya bersifat modern masih perlu dilakukan komunikasi komunikasi yang berkesinambungan dilakukan.

Contoh yang nyata mengenai kesenjangan budaya adat dengan proyek pembangunan modern dalam perjalanan Undang Undang Nomor 5.tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa.

Menurut Undang undang itu pemerintahan desa di seluruh Indonesia harus dibentuk se-cara seragam.

ilustrasi
Update 29 Agustus 2021. (https://covid19.go.id/)

Pemerintahan desa yang diatur oleh Undang undang itu lepas dari adat.

Meskipun tidak disebut dengan kata kata tegas dalam UU, pola yang hendak disebar ada-lah pola teritorial yang berlaku di Jawa.

Tetapi di luar Jawa, di mana banyak komunitas di luar kota mempunyai pola pemerintahan setempat yang bersifat geneologis (mengikuti pola keturunan seperti marga, soa, fam) dan kaitan dengan adat setempat masih tampak jelas.

Menurut undang undang ini.

Dari pengalaman seperti yang diuraikan di atas timbul pertanyaan : apakah modernisasi dalam pembangunan selalu bertentangan dengan adat?.

Jawabnya tidak selalu.

Apabila di suatu masyarakat ada suatu pranata yang masih berfungsi dan diatur dengan adat.

Maka masyarakat secara terbuka atau secara diam-diam akan menolak pranata baru yang diharuskan kepadanya untuk menggantikan pranata lama.

Hanya kalau ternyata pranata yang baru itu lebih bermanfaat dan lebih memuaskan bagi sebagian besar dari masyarakat itu, maka setahap demi setahap masyarakat menerima nya.

Akan tetapi kalau sebaliknya, maka biasanya pranata baru itu akan mendapatkan perlawanan .

Ada kalanya juga pranata baru diterima oleh masyarakat karena dapat dihubungkan de-ngan suatu pranata lama dengan cara menguntungkan orang banyak.

Misal saja didirikan sebuah pabrik baru di daerah pedesaan yang pada pokoknya hidup dari pertanian, dapat diterima baik oleh masyarakat karena membawa kesempatan bekerja baru di samping bertani.

Namun selama mata pencarian yang utama dalam masyarakat itu masih hidup, kehadiran pabrik baru itu tidak boleh merugikan kepentingan mereka.

Di dalam masyarakat Indonesia dewasa ini ada golongan golongan yang tata hidupnya se-penuhnya atau sebagian diwarnai oleh adat.

Di samping itu ada juga golongan golongan yang hampir sepenuhnya telah melepaskan diri dari dominasi adat, dan selanjutnya hidup secara modern.

Tendensinya adalah bahwa adat setapak demi setapak melemah untuk diganti dengan tata hidup modern.

Proses modernisasi ini diperkuat atau dipercepat mengikuti laju pembangunan yang makin lama makin meluas dan makin mendalam berakar dalam kebudayaan masyarakat. (Albar S Subari SH MH. / Ketua Pembina Adat Sumatera Selatan)

Albar S Subari SH, MH
Ketua Koordinator JPM Sriwijaya Sumsel
Albar S Subari SH, MH - Ketua Koordinator JPM Sriwijaya Sumsel (SRIPOKU.COM/Istimewa)
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved