Adat, Modernisasi dan Pembangunan

Adat yang menjadi landasan hidup suatu masyarakat itu diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya melalui proses sosialisasi.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Istimewa
Albar S Subari SH, MH Ketua Pembina Adat Sumatera Selatan. 

Mereka itu tidak meninggalkan adatnya, tetapi membawanya ke tempat tinggal yang baru.

Dimana ada banyak warga suku suatu suku yang lainnya yang sama bermukim di kawasan baru tersebut.

Maka dapat dipastikan, bahwa mereka itu pada waktunya berkumpul untuk melakukan upacara adat seperti di daerah asalnya.

Di dalam suatu masyarakat yang berpegang kuat pada adat, biasanya terdapat berbagai pranata (institution) di mana adat diterapkan atau dipelihara.

Diantara pranata-pranata yang menerapkan adat dapat disebutkan misalnya pengadilan a-dat, pemerintahan adat, subak di Bali, sistem perkawinan, dan sebagainya.

Sebagai pranata yang memelihara adat, terdapat misalnya rumah adat dan keraton sultan, sunan atau raja lainnya.

Adanya pranata pranata yang masih berfungsi suatu suku atau masyarakat lainnya dapat diartikan sebagai bukti bahwa adatnya dianut kuat oleh masyarakatnya.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Pada waktu Indonesia berada di bawah jajahan Belanda, adat mendapatkan perhatian besar dari para sarjana Belanda di bidang ilmu kebudayaan.

Nama nama sarjana dimaksud antara lain van Vollenhoven dan ter Haar pantas disebut di sini oleh karena hasil studinya mengenai adat menjadi klasik sebagai pelopor dan landasan studi lanjutan nya.

Dengan studi itu dapat diungkapkan, bahwa adat di dalam banyak suku tidak sekedar menjadi pedoman tata hidup saja.

Akan tetapi, bahkan berlaku sebagai norma yang meskipun tidak tertulis, dikenal dan ditaati serta dirasakan mengandung keadilan oleh semua warga suku.

Bagi pemerintah hindia Belanda, adat mempunyai arti yang sangat penting.

Pemerintah Kolonialisme itu terkenal akan sistem pemerintahannya yang tidak langsung (indirect bestuur) yang mereka terapkan terhadap masyarakat Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved