Breaking News:

Berita Kriminal Palembang

Empat Sekawan di Palembang Ini Maling Kabel di Tempat Kerjanya: Untuk Beli Rokok dan Foya-foya

Empat sekawan yakni Rm (25), DA (19), AF (15), JR (21) kompak melakukan pencurian kabel di tempat kerjasanya sendiri.

Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Para tersangka saat diamankan di Polsek Kalidoni Palembang, Selasa (31/8/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Empat sekawan yakni Rm (25), DA (19), AF (15), JR (21) kompak melakukan pencurian kabel di tempat kerjasanya sendiri di sebuah PT yang merupakan salah satu anak perusahaan PT Pelindo II yang beralamat di Kelurahan Sei Lais Kalidoni, Palembang

Atas ulahnya,  keempat sekawan tersebut  harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di balik jeruji besi di Polsek Kalidoni Palembang

Kapolsek Kalidoni AKP Evial Kalza mengatakan, perbuatan pelaku sangat meresahkan warga karena selain merusak jaringan listrik disekitar TKP juga dapat menimbulkan kegelapan di jalanan sehingga memicu kejahatan 3C.

"RM menjadi otak dari pencurian kabel ini, mereka berempat adalah buruh pekerja di lokasi proyek PT itu sendiri," katanya saat merilis tersangka di Polsek Kalidoni Palembang, Selasa (31/8/2/2021). 

Evial menjelaskan, modus para pelaku dalam menjalankan aksinya yakni mengambil kabel yang terpasang didalam tanah dengan cara menggali menggunakan besi.

Aksi tersebut dilakukan di malam hari saat aktivitas proyek berhenti sehingga tidak ada yang mengetahui perbuatan pelaku saat menjalankan aksinya. Akibat ulah mereka, perusahaan PT Flamboyan mengalami kerugian mencapai Rp 31 juta. 

"Dari laporan inilah anggota bergerak melakukan penyelidikan sehingga berhasil menangkap empat pelaku dirumahnya masing masing," jelasnya. 

Baca juga: Wiro Sableng Dari Musi Rawas Keok Ditembak Polisi, Dari Maling Sampai Nyaris Bunuh Nenek-nenek

Tersangka RH, otak pelaku mengaku baru satu kali melakukan pencurian kabel di tempatnya bekerja.

Padahal dirinya baru bekerja sekitar satu minggu di perusahaan tersebut.

Dari hasil tersebut uangnya mereka bagi rata untuk membeli rokok dan kehidupan foya-foya. 

"Kabel yang sudah kami ambil langsung kami kupas untuk diambil tembaganya, setelah itu dijual ke rongsokan dan hasilnya kami bagi rata," ungkap RH.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved