Breaking News:

Polres Muara Enim

Alasan Ekonomi, Petani di Muara Enim Ini Nyambi Jadi Pengedar Sabu

Seorang petani Herdianto alias Yopi (43), warga  Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, diringkus Team Puma Polsek Gelumbang.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Pelaku pengedar sabu-sabu diamankan Team Puma Polsek Gelumbang. 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM -- Seorang petani Herdianto alias Yopi (43), warga  Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, diringkus Team Puma Polsek Gelumbang.

Ia ditangkap karena mengedarkan narkotika jenis Sabu saat berada di bengkel motor Gelumbang, Selasa (31/8/2021).

Kapolres Muara Enim AKBP Danny Sianipar SIK melalui Kapolsek Gelumbang AKP Morris Widi Harto SIK, mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari Informasi masyarakat yang diterima, bahwa di Desa Karang Endah Selatan seringkali terjadinya transaksi jual beli narkoba.

Selanjutnya Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Syawaluddin SH bersama Team Puma untuk melakukan penyelidikan sehingga diperoleh informasi yang akurat terkait seringnya transaksi narkoba oleh pelaku.

Setelah dilakukan penyidikan kemudian diketahui  ciri-ciri pelakunya dan langsung dilakukan penangkapan.

Ketika digeledah, ditemukan barang bukti berupa 21 paket narkotika jenis sabu dalam dompet emas kecil berwarna Coklat yang berada di dalam kantong celana sebelah kanan pelaku.

Dan dari tangan pelaku, lanjut AKP Morris, berhasil diamankan barang bukti sebanyak 21 paket kecil narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 6,44 gram, 1 buah dompet emas berwarna Coklat dan 1  helai celana pendek berwarna Coklat motif kotak-kotak.

Baca juga: Besok, Polres Muara Enim Gelar Vaksin Massal di GOR PT BA

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dikenakan Pasal 114 Ayat (1) dan 112 Ayat (1) Undang-undang No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Karena terbukti memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika golongan I bukan tanaman.

Sementara itu tersangka Herdianto, mengatakan bahwa dirinya terpaksa nyambi menjual Sabu karena masalah ekonomi sebab hasil dari bertani tidak mencukupi kebutuhannya sehari-hari. 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved