Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Wako Prabumulih Ridho Yahya Inginnya Cepat, Benar, Tepat dan Selamat, Masyarakat itu Atasan Saya

Wali Kota Prabumulih H Ridho Yahya tak ingin berpatokan biar lambat asal selamat, tapi harus cepat, benar, tepat dan selamat.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Soegeng Haryadi
TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE
Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya saat diwawancarai Kepala Newsroom Sripo-Tribun Sumsel, Hj Weny Ramdiastuti dalam program Ngobrol Pintar Sore-sore. 

WALI Kota Prabumulih H Ridho Yahya tak ingin berpatokan biar lambat asal selamat, tapi harus cepat, benar, tepat dan selamat. Oleh karena itu sejak 2008 ia bertekad untuk memperlancar urusan masyarakat sehingga urusan keluarga juga lancar. Dalam program Ngobrol Pintar Sore-sore yang dipandu Kepala Newsroom Sripo-Tribun Sumsel, Hj Weny Ramdiastuti, Ridho Yahya menyebut masyarakat yang diterimanya sebagai tamu adalah atasan dirinya. Berikut wawancara selengkapnya.

*******

SRIPO: Bagaimana Anda memimpin kota ini di periode kedua juga soal program Penanaman Modal Akhirat (PMA)?
RIDHO: Saya rutin datang ke acara kematian atau melayat karena saya itu yang diajarkan agama. Tetapi, karena penduduk Prabumulih ini heterogen dari suku dan agama apa pun gereja, pura dan kelenteng saya bangun.

Program untuk semua agama tapi khusus Islam saya tanamkan ke diri saya. Memimpin harus sesuai dengan tuntutan Islam.Yang Hebat Bukan Saya tapi Allah.

SRIPO: Anda berangkat dari PNS dan akhirnya bisa menjadi wali kota dengan etos kerja yang luar biasa. Bagaimana Anda menularkan etos kerja ini kepada jajaran dan keluarga?
RIDHO: Saya dari PNS golongan IIC Sarjana Muda waktu itu. Saya berlandaskan kedisiplinan Islam. Soal ibadah Islam mengatur. Saya terapkan di kepemimpinan saya.

Ubah mindset. Jangan berpatokan biar lambat asal selamat tapi harus cepat, benar, tepat dan selamat. Inilah yang saya buktikan di laporan keuangan tercepat di Indonesia. Prabumulih mendapat penghargaan untuk itu.

Kalau bisa cepat atau selesai dalam satu jam kenapa prosedurnya harus tiga hari.
Saya bilang ke jajaran, audit BPK harus selesai lebih cepat. Kalau besok jadwal audit anggap saja hari ini jadi kerja lebih cepat selesai. Jangan menunda.

Untuk di rumah, kepada anak saya juga selalu tanamkan untuk memudahkan urusan orang lain karena nantinya urusan kita akan dipermudah. Alhamdulillah anak saya lancar studinya. Bahkan anak kedua saya lulus di tiga universitas Undip, UI dan ITB.

Sejak 2008 saya bertekad untuk memperlancar urusan masyarakat sehingga urusan keluarga juga lancar.

Masyarakat saya terima sebagai tamu adalah atasan saya. Mereka yang telah menjadikan saya sebagai wali kota. Gubernur hanya melantik.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved