Berita Banyuasin

'Tak Ada Lagi Ingatkan Aku Buat Salat' Pengidap Tumor Otak di Banyuasin Meninggal

Steven Ramadani (14), remaja yang mengidap tumor otak sebelah kanan, akhirnya meninggal.

Editor: RM. Resha A.U
TRIBUNSUMSEL.COM/ARDI
Steven yang terbaring lemah saat dibesuk Kasatlantas Polres Banyuasin AKP Ricky Mozam dan Yayasan Umi Romlah Palembang Endang. 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Steven Ramadani (14), remaja yang mengidap tumor otak sebelah kanan, akhirnya meninggal.

Sebetulnya hari ini, direncanakan Steven akan menjalani operasi untuk mengangkat tumor yang ada di kepalanya.

Namun, belum sempat menjalani operasi Steven mengalami koma.

Hingga pukul 08.30 pagi tadi, remaja kelas 3 SMP ini menghembuskan nafas terakhirnya.

Kepergian Steven, pastinya membuat kedua orangtuanya terpukul.

Terlebih Sasmi, yang tak kuasa menahan tangis atas kepergian anak bungsunya tersebut.

"Tak ada lagi yang mengingatkan aku salat. Kalau masih ada, dialah yang selalu mengingatkan aku salat," kata Sasmi singkat sambil beruraikan air mata, Senin (30/8/2021).

Kesedihan Sasmi, sangat terlihat atas kepergian si bungsu.

Karena, selama dua minggu terbaring, dialah yang mengurus dan menemani si bungsu.

Dari cerita Sasmi sebelumnya, bila Steven merupakan anak yang pintar.

Di sekolah, Steven selalu mendapat peringkat di kelasnya.

Baca juga: Profil Asra Supriono yang Baru Dilantik Jadi Pj Sekda Sumsel, Ini Catatan Karir Eks Bupati Banyuasin

Si bungsu juga selalu patuh dengan perkataan orangtuanya.

Ia juga, tidak meminta bermacam-macam kepada orangtuanya, karena tahu kondisi perekonomian kedua orangtuanya. 

Sedangkan Bidan Evi yang selalu merawat Steven sejak dinyatakan bila Steven mengidap tumor otak, membenarkan Steven meninggal sebelum sempat menjalani operasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved