Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Cerita Detik-detik Pilot Pesawat Evakuasi WNI dari Afghanistan: Instrumen Bandara tak Maksimal

Perasaan takut pasti ada, akan tetapi seluruh kru bekerja sama dengan baik untuk membantu mencari posisi landasan Bandara Hamid Karzai

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUNNEWS
Penerbang pesawat dari Skadron Udara 17 TNI Angkatan Udara Mayor Pnb Mulyo Hadi 

MAYOR Pnb Mulyo Hadi, penerbang Skadron Udara 17 yang mengawaki pesawat TNI AU jenis Boeing 737-400 tak pernah menyangka Ia dan kru menjalankan misi kemanusiaan menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) di Afghanistan yang mencekam. Kepada Tribun Network, Sabtu (28/8), Mulyo menyatakan sempat diliputi kekhawatiran karena Bandara Hamid Karzai Kabul bergejolak dan sarana bandara tak sepenuhnya beroperasi. Berikut petikan wawancaranya.

*******

Bagaimana perasaan Anda ditunjuk sebagai penerbang pesawat TNI AU Boeing 737 seri 400 Skadron Udara 17 untuk mengevakuasi WNI di Afghanistan?
Perasaan saya campur aduk, di satu sisi saya senang dan bangga dikarenakan mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas negara yang tentunya tidak sembarang orang bisa ditugaskan untuk menjalankan misi ini. Di sisi lain saya juga khawatir karena dari berita yang ada di media-media bahwa kondisi di Afghanistan terutama di Bandara Hamid Karzai Kabul masih bergejolak dan dipenuhi oleh massa yang ingin pergi keluar dari negara Afghanistan.

Sempat mengabari keluarga terkait misi tersebut? Bagaimana respons mereka?
Kebetulan saat mendapatkan informasi tersebut, hari Senin malam sekitar pukul 21.00 WIB tanggal 16 Agustus 2021 saya sedang berada di rumah. Istri dan anak-anak langsung mengetahuinya. Alhamdulillah istri saya mengerti sekali bahwa ini tugas yang sangat penting sehingga dia langsung membantu saya menyiapkan perlengkapan dan membantu memberi pengertian kepada tiga orang anak saya.

Apa ada kendala dalam perencanaan atau persiapan jelang berangkat ke Afghanistan?
Mengingat waktu penunjukan hingga waktu pemberangkatan hanya 1 hari. Seluruh personel di Skadron Udara 17 saling membantu untuk mempersiapkan penerbangan ke Afghanistan dengan semaksimal mungkin.

Kami membagi-bagi tugas dalam penyiapan misi kemanusiaan ini, mulai dari perizinan flight clearance, pengisian bahan bakar dan ground handling di negara-negara yang kita lewati.

Dan juga persiapan alat bantu navigasi serta dokumen-dokumen penerbangan dapat disiapkan dengan baik sehingga misi dapat terlaksana dengan aman dan lancar

Sesampai di Afghanistan apa kemungkinan kendala yang akan terjadi? Skenario terburuk apa yang disiapkan dan bagaimana solusinya jika skenario tersebut terjadi?
Kami dan seluruh tim satgas evakuasi WNI sudah melaksanakan rapat koordinasi terkait hal-hal yang akan terjadi di Afghanistan, sampai hal yang paling buruk sudah kami skenario kan pencegahannya.

Dalam hal ini kami sebagai kru pesawat, sudah melaksanakan briefing tersendiri dalam menghadapi skenario terburuk kita tidak bisa mendarat di bandara Kabul.

Sejatinya, prosedur penanganan dan pencegahan, sudah kami latihan sehari-hari di Skadron Udara 17 Lanud Halim P. yaitu dengan missed approach procedure atau prosedur pembatalan pendaratan yang terbagi dalam tiga skenario go around, wave off, dan bulk landing.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved