Breaking News:

Meski Bukan Komorbid, Pasien Covid-19 Kriteria Ini Jangan Isoman Jika Tak Ingin Kena Badai Sitokin

Meskipun bukan komorbid, orang yang terinfeksi Covid-19 berisiko tinggi kena badai sitokin. Badai sitokin menjadi populer ketika pandemi Covid-19

Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi virus corona (Covid-19). 

Semakin tua seseorang juga disebut semakin memiliki kemungkinan untuk terjadi badai sitokin.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Pasien Covid-19 yang mengalami badai sitokin juga rata-rata berusia 55 tahun dan lebih dari itu.

Untuk itu perawatan pada pasien Covid-19 dengan orang dengan usia tersebut harus lebih teliti dan dianjurkan tidak menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Mungkin itu disebabkan karena semakin lanjut usia sel kekebalan kita untuk cerdas meregulasi respon imunnya itu makin agak kacau ya," jelasnya.

Terkait komorbid atau penyakit penyerta pasien Covdi-19 yang disebut-sebut sebagai pemicu, dijelaskan bahwa belum ada penelitian dan data yang mengonfirmasi hal tersebut.

Namun itu bisa menjadi risiko keparahan pada pasien Covid-19.

"Ketika sitokinnya meninggi, ketika dia punya komorbid atau penyakit tambahan misalnya diabetes, darah tinggi, penyakit jantung, itu dampak sitokin yang tinggi bisa lebih dramatis," ujarnya.

Karena badai sitokin bisa melonjakkan gula darah yang cukup tinggi dan gangguan jantung.

Terlebih pasien Covid-19 yang memiliki sakit ginjal dan mengalami badai sitokin.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved