Breaking News:

Meski Bukan Komorbid, Pasien Covid-19 Kriteria Ini Jangan Isoman Jika Tak Ingin Kena Badai Sitokin

Meskipun bukan komorbid, orang yang terinfeksi Covid-19 berisiko tinggi kena badai sitokin. Badai sitokin menjadi populer ketika pandemi Covid-19

Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi virus corona (Covid-19). 

SRIPOKU.COM -- Meskipun bukan komorbid, orang yang terinfeksi Covid-19 berisiko tinggi kena badai sitokin.

Badai sitokin menjadi populer ketika pandemi Covid-19, karena telah dikaitkan dengan berbagai kondisi yang parah bahkan hingga kematian pada pasien.

Badai sitokin bukanlah nama penyakit, tetapi merupakan kondisi di mana sistem imun atau sistem kekebalan tubuh melakukan pelemasan sitokin yang bisa menyebabkan peradangan.

Akibatnya, sel yang sehat juga bisa mengami peradangan dan dalam kondisi yang parah mengakibatkan kerusakan organ.

Dalam Covid-19 biasanya organ yang diserang adalah paru-paru, sejalan dengan di mana virus biasanya menyerang.

"Kalau kita lihat pasien-pasien Covid-19 yang kritis itu hampir semua terjadi badai sitokin pada umumnya," kata dr. Ceva Wicaksono Pitoyo, SpPD-KP yang bekerja unit perawatan intensif (ICU) Covid-19, dalam acara bertajuk Tanya IDI yang ditayangkan dalam Youtube PB Ikatan Dokter Indonesia pada Sabtu (28/8/2021).

Tetapi kondisi badai sitokin pada pasien Covid-19 juga bisa berbeda-beda.

Ada yang mengalami badai sitokin ringan, sedang, hingga berat, sama seperti gejala Covid-19.

"90 persen dari orang yang kritis itu mengalami badai sitokin," ujarnya.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved