Sholat Jumat
Allah Kunci dan Diberi Titik Hitam Pada Hatinya, Inilah Ancaman Bagi yang Menyepelekan Sholat Jumat
Sholat Jumat termasuk sholat wajib yang ditunaikan oleh muslim laki-laki. Lantas, apabila kewajiban saja ia tinggalkan bagaimana dengan amalan lain?
Penulis: Tria Agustina | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM - Apa jadinya jika seorang muslim meninggalkan sholat Jumat 3 kali berturut-turut? Begini penjelasan Ustaz Abdul Somad.
Sholat Jumat merupakan ibadah wajib bagi umat muslim terutama kaum laki-laki.
Sehingga, bagi kaum laki-laki yang sudah mengerjakan sholat Jumat, maka tidak lagi menunaikan sholat dzuhur.
Hal ini lantaran sholat jumat merupakan pengganti sholat dzuhur.
Namun, tak jarang pula ada yang meninggalkan keduanya.
Yakni tidak sholat dzuhur apalagi sholat jumat.
Lantas, bagaimanakah bahayanya apabila meninggalkan sholat jumat tiga kali berturut-turut?
Berikut ini penjelasan Ustaz Abdul Somad yang dibagikan melalu kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official.
Baca juga: Ternyata Ini Surat dalam Alquran yang Dicintai Nabi, Kerap Dibaca Pada Rakaat Pertama Sholat Jumat
Pembahasan mengenai sholat jumat ini diawali dari pertanyaan seorang jemaah yang menanyakan hukum sholat jumat jika ditinggalkan 3 kali berturut-turut.
Ustaz Abdul Somad pun memberikan penjelasan melalui hadits berikut.
"Barang siapa meninggalkan Jumat 3 kali berturut-turut karena menyepelekan sholat jumat dikunci Allah hatinya." (H.R Muslim dan An-Nasai) (Al-Hasani: 1992: 64-65)
"Begitulah orang yang meninggalkna sholat Jumat," terang Ustaz Abdul Somad.
"Tapi Jumat ini kita sudah tiga kali nggak sholat Jumat, karena apa? Karena wabah corona," imbuhnya.
Terkait hal ini, Ustaz Abdul Somad pun menjelaskan jika ada sebab darurat maka tidak termasuk ke dalamnya.
Wabah penyakit itu dikirim oleh Allah menjadi azab bagi siapa yang dikehendaki Allah.
Tapi bagi orang yang beriman menjadi rahmat yang mestinya dia masti konyol berubah menjadi mati syahid.
Lantas apa hukumnya jika Laki-laki itu dengan berani meninggalkan salat jumat? berikut penjelasannya.
1. Dijadikan orang Bodoh
Kemudian digantikan dengan kebodohan, sifat beringas, dan keras kepala. Sehingga hatinya seperti hati orang munafik.
Demikian keterangan al-Munawi dalam Faidhul Qodir (6/133).
2. Ditutup Pintu Hatinya
Di antaranya disebutkan dalam hadis dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhum, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ، أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ، ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ
“Hendaknya orang yang suka meninggalkan jumatan itu menghentikan kebiasaan buruknya, atau Allah akan mengunci mati hatinya, kemudian dia menjadi orang ghafilin (orang lalai).” (HR. Muslim 865).
Dalam riwayat lain, dari Abul Ja’d Adh Dhamri radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ تَرَكَ ثَلَاثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ
“Barangsiapa yang meninggalkan shalat jum’at tiga kali karena meremehkannya, maka Allah akan kunci hatinya” (HR. Abu Daud no.1052, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).
2. Terdapat titik hitam dalam hatinya
Bahkan Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhu mengatakan:
من ترَكَ الجمعةَ ثلاثَ جمعٍ متوالياتٍ فقد نَبذَ الإسلامَ وراءَ ظَهْرِهِ
“Barangsiapa yang meninggalkan shalat Jum’at tiga kali berturut-turut maka ia telah melemparkan Islam ke belakang punggungnya” (HR. Al Mundziri dalam At Targhib wat Tarhib, 1/132, ia mengatakan: “sanadnya shahih”).
Tirmizi, no. 3334, meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dia berkata:
إِنَّ العَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ ، فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ ، وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ ، وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ ( كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (حسنه الشيخ الألباني في ” صحيح الترمذي)
“Sesungguhnya, jika seorang hamba melakukan satu kesalahan, akan dibuatkan satu titik hitam dalam hatinya. Jika dia cabut dengan istighfar dan taubat, maka hatinya menjadi bersih kembali. Jika dia kembali, maka semakin bertambah titik hitamnya hingga mendominasi hati. Itul Ar-Raan yang Allah sebutkan, ‘Sekali-kali tidak, pada hatinya terdapat Ar-Ran atas apa yang mereka lakukan.” (Dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Tirmizi).
Dampak dari meninggalkan shalat jumat tiga kali maka Allah akan tutup hatinya dan menghalangi masuknya hidayah dan rahmat ke dalam hatinya.
4. Dijadikan Orang Munafik
Al-Munawi rahimahullah menjelaskan makna hadits ini:
أي : ختم عليه وغشاه ومنعه ألطافه ، وجعل فيه الجهل والجفاء والقسوة ، أو صير قلبه قلب منافق
“Maksudnya: Allah akan mengunci hatinya, menutupnya dan menghalanginya dari kasih sayang Allah. Dan Allah akan jadikan kejahilan, kekasaran dan kekerasan hati padanya. Atau Allah akan jadikan hatinya seperti hati orang munafik.” (Faidhul Qadir, 6/133).
Ini menunjukkan bahwa orang yang meninggalkan shalat Jum’at tanpa udzur, ia telah melakukan dosa besar.
Demikianlah hukum meninggalkan sholat Jumat 3 kali berturut-turut bagi umat muslim.
Semoga kita semua terhindar dari perbuatan yang bisa mematikan hati hingga mendatangkan murka Allah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/qunut-nazilah.jpg)